JATIMKINI.COM, Upaya peningkatan dan efektivitas layanan kepelabuhanan terus ditingkatkan KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL). Keduanya tengah melakukan uji coba penataan Zona Labuh 2 untuk memangkas waktu tunggu kapal sandar.
Program ini menjadi bagian dari implementasi express anchorage zone service (EAZI) yang bertujuan menciptakan sistem pelayanan kapal yang mengedepankan keselamatan dan keamanan.
Baca juga: Kinerja Operasional Terminal Teluk Lamong Tumbuh 4,5 Persen di Kuartal I 2026
Dua terminal di bawah pengelolaan PT Terminal Teluk Lamong, TPK Nilam dan Berlian, mendapat kesempatan menggelar uji coba pada Kamis, 23 April 2026.
Uji coba ini ditandai dengan pelayanan terhadap MV Minas Baru mulai dari saat kapal memasuki zona labuh hingga proses sandar di terminal.
Dalam skema baru ini, kapal yang hendak bersandar di TPK Nilam dan TPK Berlian, tidak lagi menunggu di area labuh luar. Utamanya untuk kapal dengan bobot 4000 GT dengan panjang maksimal (LOA) sampai dengan 150 M.
Kapal akan diarahkan menuju titik labuh yang telah ditentukan berdasarkan sistem penjadwalan terintegrasi.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun menilai uj coba ini telah berhasil, yang ditandai dengan keteraturan plotting kapal serta meningkatkan efektivitas layanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.
Baca juga: Kinerja PT Terminal Teluk Lamong Februari 2026 Naik 8,27 Persen, Ini Penyebabnya
“Keberhasilan ini didukung optimalisasi koordinasi antara KSOP Utama Tanjung Perak, Pandu, VTS, dan PT Terminal Teluk Lamong. Prosedur ini mampu meningkatkan kelancaran aktivitas di pelabuhan Tanjung Perak” jelasnya.
Sementara itu, Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto mengatakan bahwa uji coba ini menjadi langkah penting dalam transformasi layanan jasa kepelabuhanan.
"Penataan zona labuh ini mampu meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan kepastian layanan bagi pengguna jasa,” ujarnya.
Baca juga: TTL Gagas EAZI, Layanan Kapal Domestik di Tanjung Perak Makin Ngebut
Uji coba ini memilih kapal domestik, MV Minas Baru dan KM Tanto Luas. Saat itu KM Tanto Luas masih menyelesaikan bongkar muat, sementara MV Minas Baru telah berada di area Karang Jamuang. Selanjutnya kapal MV Minas Baru melakukan manuver menuju zona EAZI dan lego jangkar untuk menunggu kesiapan tambatan.
MV Minas Baru tercatat berada di Zona Labuh 2 (EAZI) selama kurang lebih satu jam sebelum melaksanakan manuver sandar. Rangkaian ini menunjukkan implementasi awal sistem penjadwalan yang lebih terstruktur dan terkoordinir.
"Kami akan terus mengevaluasi uji coba in untuk memastikan strategi berjalan optimal, sebelum diterapkan penuh," tegas Agustinus Maun memungkasi.
Editor : Rochman Arief