x
x

PLN NP UP Brantas Gandeng IPB Dampingi Batik Seng Perkuat Tata Kelola Keuangan

JATIMKINI.COM, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas (PLN NP UP Brantas) memperkuat UMKM naik kelas melalui penguatan tata kelola keuangan bagi Kelompok Batik Seng di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), PLN NP UP Brantas menggelar pendampingan penyusunan laporan keuangan selama tiga hari, 17-19 April 2026.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan berkelanjutan bagi mitra binaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Assistant Manager SDM, Umum dan CSR UP Brantas, Edi Purnomo, mengatakan pelatihan ini ditujukan agar pelaku UMKM mampu menyusun laporan keuangan sederhana namun terstruktur, sehingga mendukung usaha yang lebih profesional.

“Pelatihan ini merupakan komitmen kami dalam mendukung peningkatan kapasitas mitra binaan agar berkembang secara berkelanjutan,” kata Edi.

Batik Seng sendiri merupakan salah satu kelompok binaan yang terus didorong berkembang melalui program Batik Seng Naik Kelas yang diinisiasi sejak 2024.

Program tersebut mengarahkan Batik Seng bertransformasi menjadi UMKM batik ramah lingkungan, sekaligus memperkuat aspek manajemen usaha, termasuk akuntabilitas keuangan.

Dalam pendampingan ini, dosen IPB Farida Ratna Dewi dan Eka Dasra Viana memberikan pelatihan penggunaan aplikasi SI APIK, mulai dari pencatatan transaksi, pengelompokan akun, hingga input data laporan keuangan.

Ketua Kelompok Batik Seng, Evi Wahyu Astutik bersama para anggota turut mengikuti pelatihan tersebut. Selain penguatan pencatatan keuangan, peserta juga mendapat materi service excellence untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan maupun pemangku kepentingan.

Menurut Evi, pendampingan ini memberi bekal penting bagi kelompoknya untuk mengelola usaha secara lebih profesional.

“Sekarang kami lebih memahami penyusunan laporan keuangan, inventarisasi aset secara mandiri hingga service excellence. Ini menjadi dasar yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Senior Manager UP Brantas, Eko Wijanarto, menegaskan laporan keuangan yang baik menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan usaha.

“Laporan keuangan merupakan muara dari seluruh aktivitas usaha. Dari situ pelaku usaha dapat melihat kondisi usahanya secara jelas dan menentukan langkah ke depan,” kata Eko.

Melalui kolaborasi ini, PLN NP UP Brantas berharap Batik Seng tidak hanya semakin kuat dari sisi produksi batik ramah lingkungan, tetapi juga memiliki tata kelola usaha yang sehat, akuntabel, dan berdaya saing.

Berita Terbaru
Jumat, 24 Apr 2026 21:22 WIB

Nella Kharisma dan Mollucan Soul Ramaikan HGI City Cup 2026 Surabaya Fest

Mouccan Soul dan Nella Kharisma menjadi daya tarik dalam HGI City Cup 2026 Surabaya Fest yang diseenggarakan di Grand City, 25-26 April 2026.
Jumat, 24 Apr 2026 15:14 WIB

Eduwisata di Bulog Cabang Malang, Siswa MAN 1 Kota Malang Tinjau Gudang Kebonagung

JATIMKINI.COM, Puluhan siswa MAN 1 Kota Malang, Jawa Timur, mengikuti eduwisata di Gudang Kebonagung, Bulog Cabang Malang Kamis (23/4/2026). Para siswa
Jumat, 24 Apr 2026 14:25 WIB

Ini Rekam Jejak Direksi dan Komisaris Anyar Merdeka Gold Resources

Merdeka Gold Resources melakukan perubahan jajaran direksi dan komisaris melalui RUPST.
Jumat, 24 Apr 2026 13:42 WIB

BI & TNI AL Bersinergi Dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di 97 Pulau

JATIMKINI.COM, Bank Indonesia (Bl) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembalh menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026,
Jumat, 24 Apr 2026 12:08 WIB

Dus Duk Duk Gelar Pameran Bangga Membumi Pop-Up di Surabaya

JATIMKINI.COM, Sebagai bentuk nyata turut berkontribusi dalam penguatan ekosistem gaya hidup berkelanjutan di Indonesia, PT Kreasi Karya Raya melalui unit
Jumat, 24 Apr 2026 08:00 WIB

SK Dewan Kebudayaan Surabaya Disahkan Wali Kota.  Pelantikan Anggota Segera Dilaksanakan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah menandatangani Surat Keputusan (SK) tentang pembentukan Dewan Kebudayaan Surabaya (DKeb)