JATIMKINI.COM, Kesadaran akan pentingnya perlindungan sosial kini mulai diajarkan sejak usia sekolah. Melalui Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Jaminan Sosial untuk Masa Depan yang Lebih Cerah”, pemerintah berupaya menanamkan nilai gotong royong dan solidaritas sosial sejak dini.
Menurut dr. Elyasani Irwanti, pengamat jaminan sosial yang akrab disapa dr. Ella, langkah ini merupakan terobosan pendidikan sosial yang patut diapresiasi. “Literasi jaminan sosial adalah bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak perlu memahami sejak dini bahwa negara hadir untuk melindungi warganya, dan setiap warga juga memiliki peran untuk saling menjaga,” ujarnya.
Modul P5 yang menjadi bagian dari Kurikulum Merdeka ini tidak hanya bersifat teoritis. Melalui pembelajaran kontekstual, siswa diajak memahami praktik perlindungan sosial dalam kehidupan nyata. Mereka diperkenalkan pada program-program seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta program pendidikan seperti KIP dan PIP.
“Contohnya, siswa magang atau PKL dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar terlindungi dari risiko kerja. Begitu juga siswa dari keluarga kurang mampu bisa mendapat manfaat dari skema PBI-JK BPJS Kesehatan,” terang dr. Ella.
Ia menambahkan, pendidikan seperti ini membentuk kesadaran sosial yang kuat. “Ketika anak-anak belajar tentang jaminan sosial, mereka belajar tentang empati, keadilan dan tanggung jawab sosial. Itu inti dari nilai Pancasila,” katanya.
TRANSPARANSI
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Gandeng HIMPAUDI Tujuannya, Melindungi Para Guru
Namun dr. Ella juga menekankan bahwa lembaga pengelola jaminan sosial harus menjadi contoh yang baik. “Transparansi, pelayanan yang manusiawi, dan akuntabilitas publik adalah bentuk nyata dari literasi sosial. Anak-anak belajar bukan dari teori namun dari keteladanan,” ujarnya.
Baginya, literasi jaminan sosial ibarat menanam pohon kesadaran kolektif. Butuh waktu untuk tumbuh, namun manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.
“Jika sejak sekolah anak-anak memahami pentingnya perlindungan sosial, mereka akan tumbuh menjadi generasi pekerja dan warga negara yang bertanggung jawab,” kata dr. Ella.
Ia berharap, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan BPJS terus diperkuat agar program ini menjadi gerakan nasional. “Membangun kesadaran sosial adalah investasi jangka panjang bangsa. Di sanalah masa depan solidaritas Indonesia dibentuk,” pungkas dr. Ella.
Baca juga: Kabupaten Kaimana Raih Peringkat ke 2 Jamsos Tenaga Kerja se Papua Barat
Editor : Ali Topan