Unesa Jadi Kampus Penggerak Literasi Pasar Modal

Reporter : Rochman Arief
Kepala OJK Jatim, Yunita Lida Sari didampingi menyerahkan penghargaan kepada Rektor Unesa, Prof.,Dr., Nurhasan atas upayanya memperkenalkan pasar modal di kampus. (foto: dok.BEI)

JATIMKINI.COM, Keriuhan PKKMB atau Pengenalan Kegiatan Kampus Mahasiswa Baru di Graha Unesa, Kampus Universitas Negeri Surabaya,  mendadak hening sesaat. Kampus ini menerima penghargaan dari tiga Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal: Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Senin (25/8/2025) pagi.

Unesa dinobatkan sebagai Kampus Penggerak Literasi dan Inklusi Pasar Modal. Sebuah penghargaan yang diberikan karena kampus ini cukup konsisten memperluas pemahaman investasi di kalangan civitas akademika.

Baca juga: Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Penghargaan diserahkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur, Yunita Linda Sari, didampingi Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Timur, Cita Mellisa, kepada Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan M.Kes. 

Dalam sambutannya, Yunita menekankan bahwa literasi pasar modal bukan sekadar mengenalkan produk investasi, melainkan juga membangun kesadaran atas risiko penipuan keuangan yang marak.

“Partisipasi Unesa sangat penting untuk memperluas inklusi pasar modal, khususnya di kalangan mahasiswa. Harapannya, edukasi ini dapat menjadi sumber informasi yang akurat dan terpercaya,” ujar Yunita.

Edukasi pasar modal yang dilakukan Unesa bukan sekadar kegiatan seremonial. Pada rangkaian PKKMB, sekitar 21.020 mahasiswa mengikuti sosialisasi ini secara hybrid. Materi literasi pasar modal juga masuk ke agenda pengenalan di 13 fakultas, yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2025.

Baca juga: Di Tengah Riuh Global, Saham Ngebut dan Obligasi Tetap Kalem

Kolaborasi ini bagian dari program Sekolah Pasar Modal untuk Negeri, yang digelar sebagai peringatan HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia. SRO menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi krusial untuk menumbuhkan investor baru sekaligus menyiapkan generasi muda agar lebih melek keuangan.

Langkah Unesa ini sejalan dengan upaya OJK dan SRO memperluas jumlah investor ritel di Jawa Timur. Sebab, meski pertumbuhan investor pasar modal nasional meningkat, tingkat literasi masyarakat masih timpang. Banyak orang mengenal instrumen saham atau reksa dana, tapi belum memahami risiko dan cara berinvestasi yang benar.

Di sinilah peran kampus dianggap strategis. Melalui ruang kelas dan forum mahasiswa, literasi pasar modal bisa ditanamkan sejak dini, sehingga generasi muda tak mudah terjebak pada praktik investasi bodong.

Baca juga: BEI Catat Rekor, Investor Saham Tembus 7 Juta!

Tidak berhenti di Unesa, SRO berencana melanjutkan rangkaian peringatan HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia. Beberapa agenda sudah disiapkan: Public Expose Live, Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT), Capital Market Summit & Expo, Virtual Trading Competition powered by IDX Mobile, hingga kompetisi di media sosial.

Seluruh kegiatan ini, menurut penyelenggara, bertujuan menciptakan ekosistem pasar modal yang inklusif, transparan, dan lebih dekat dengan masyarakat luas.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru