JATIMKINI.COM – Turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 1 2025 berlangsung meriah di Stadion Brawijaya, Minggu (24/8/2025). Ajang bergengsi tingkat sekolah dasar ini berhasil mencuri perhatian setelah SDN Kalirungkut 1 tampil dominan dengan merebut dua gelar juara sekaligus di Kelompok Usia (KU) 10 dan KU 12.
Pada laga KU 10, SDN Kalirungkut 1 sukses menumbangkan SDN Ngagel Rejo 1 yang harus puas sebagai runner up. Sementara di KU 12, sekolah yang sama kembali menunjukkan keunggulan dengan menundukkan SDN Manukan Kulon II.
Kemenangan beruntun ini menegaskan SDN Kalirungkut 1 sebagai salah satu sekolah dengan pembinaan sepak bola putri terbaik di Surabaya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengapresiasi semangat para pelajar putri yang ikut serta. Menurutnya, turnamen ini bukan hanya soal perebutan piala, tetapi juga wadah pembinaan talenta generasi muda.
“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari upaya membangun talenta anak-anak secara menyeluruh, baik aspek agama, akademis, maupun minat bakatnya. Harapannya, seri pertama ini bisa menjadi awal dan berlanjut ke seri kedua tahun depan,” ujarnya.
Yusuf menambahkan, keberhasilan SDN Kalirungkut 1 diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk lebih mendorong siswi-siswinya aktif berolahraga. Menurutnya, ekstrakurikuler olahraga juga penting untuk pendidikan karakter.
Tahun ini, sebagian besar peserta berasal dari sekolah negeri. Namun ke depan, Dinas Pendidikan berharap sekolah swasta juga bisa berpartisipasi. Dengan sosialisasi lebih awal, setiap sekolah diharapkan punya waktu persiapan yang cukup.
Menariknya, beberapa sekolah yang sebelumnya belum menonjol kini mampu menembus final. Hal ini menandakan bahwa pembinaan sepak bola putri di Surabaya makin merata.
Program Manager MLSC, Edi Supriyanto, menilai Surabaya kini menjadi salah satu kota dengan perkembangan paling pesat dalam sepak bola putri.
“Sekolah-sekolah yang dulu tidak pernah juara kini bisa masuk final, bahkan menjadi juara. SDN Kalirungkut 1 adalah buktinya. Selain itu, Surabaya tercatat sebagai kota dengan jumlah peserta terbanyak dibanding daerah lain di Jawa Tengah,” jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala MLSC Surabaya, Sai Dong, menegaskan bahwa peran Sekolah Sepak Bola (SSB) sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas permainan.
“Anak-anak sekarang tidak sekadar asal menendang atau dribbling. Mereka sudah bisa memadukan teknik dengan taktik. Efek keberadaan SSB sangat terasa, terutama di Surabaya yang kini memiliki lima hingga enam tim khusus sepak bola putri,” ungkapnya.
Turnamen ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, PSSI, hingga sektor swasta. Salah satunya adalah Djarum Foundation yang konsisten mendukung perkembangan sepak bola putri, termasuk rencana menghadirkan liga khusus SSB putri di Surabaya.
Editor : Redaksi