JATIMKINI.COM, Pengembang properti Sinar Mas Land semakin optimistis dengan potensi pasar properti di Surabaya tahun ini mengingat masih adanya stimulus dari pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) sampai Desember sekaligus pengembangan infrastruktur jalan yang menjadi daya tarik investasi properti.
VP of Sales & Promotion East Indonesia Sinar Mas Land, Hario Utomo mengatakan meski kondisi ekonomi tahun ini cukup menantang, tetapi sektor properti terutama di Surabaya Barat masih cukup bergairah karena adanya PPNDTP.
Baca juga: Getol Pengembangan Proyek, Pakuwon Bidik Pendapatan 2025 Hampir Rp7 Triliun
Apalagi baru-baru ini Pemkot Surabaya sudah membangun infrastruktur pelebaran jalan Lidah Wetan sehingga akses menuju Wisata Bukit Mas menjadi lancar. Daya tarik ini pun menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan Sinar Mas Land dengan kenaikan penjualan hingga 70% (Yoy) dibandingkan tahun lalu.
“Tahun ini, proyek ruko bahkan sudah habis, lalu ada klaster perumahan di kiri jalan yakni klaster Chealsea ada 130 unit dengan lebar hunian 5 dan 6 meter juga sudah habis,” ungkapnya, Kamis (21/8/2025).
Bahkan, lanjutnya, di awal tahun Sinar Mas Land juga telah membuka klaster baru yakni Chester di tahap I sebanyak 65 unit dan kini telah terjual sebanyak 50%. Harga yang ditawarkan untuk klaster Chester ini mulai Rp2,9 miliar hingga Rp3,2 miliar.
“Kami targetkan Chester tahap I ini terjual habis sampai akhri tahun. Lalu tahun depan kami akan siapkan lagi klaster Chester tahap 2 dengan harga mungkin di atasnya lagi sebanyak 76 unit dengan konsep luasan rumah lebih besar,” paparnya.
Hario mengungkapkan, Sinar Mas Land memang mengambil pangsa pasar properti di harga di atas Rp2 miliaran sebab ingin meraih pasar yang berbeda dari segmen pengembang di sekitaran Wiyung atau Lidah Wetan yang sekitaran Rp1 miliaran.
Baca juga: Pakuwon Jati Bagi Dividen Rp626 Miliar Setara 30% Laba 2024
“Market Surabaya Barat di harga Rp1 miliaran kompetisinya banyak, bahkan developer lain yang lebih lama jualnya juga Rp5 miliaran ke atas. Justru market yang ada di tengah ini seitar Rp2 miliaran ini masih banyak potensinya apalagi akses ke pusat perbelanjaan juga cuma 10 menit,” katanya.
Selain proyek di Wisata Bukit Mas Surabaya Barat, lanjut Hario, Sinar Mas Land juga mengupdate kondisi penjualan proyek apartemen Klaska di kawasan Jagir Surabaya. Dari total 1.050 unit yang dibangun, hingga kini hanya tersisa 100 unit.
“Saat ini kita sedang tahap pematangan untuk tower berikutnya, tapi kita mau kembangkan dulu area komersialnya. Sudah ada 1 supermarket yang sudah proses izin dan diharapkan Desember 2025 beroperasi. Lalu ada sport hub, multi sport juga masih tahap pematangan diharapkan tahun depan jadi bangunan,” imbuhnya.
Baca juga: 2025, Tanrise Property Optimistis Kinerja Positif & Tetap Ekspansi
VP of Corporate Communication Sinar Mas Land, Atikah Sunarya menambahkan, perseroan akan terus mengembangkan proyek-proyek startegis di Surabaya sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada.
Editor : Peni Widarti