Sopir Bus Tunggu Pemudik

jatimkini.com

Syawal, warga Jember, Jawa Timur, duduk di sudut Terminal Arjosari, Kota Malang. Sopir bus antarkota dalam provinsi Dana Dhasih patas jurusan Malang-Surabaya tersebut sedang menunggu antrean usai memarkir bus.

"Hari ini sepi, tidak ada penumpang," tegas Syawal, Jumat (7/4).

Syawal sudah menunggu sejak pagi hari, akan tetapi belum menarik bus sama sekali. Biasanya, dalam setengah hari sudah satu rit. Namun, Ramadan kali ini benar-benar senyap.

"Ini belum menarik bus sejak pagi. Kalau sudah begini ya hanya diam," katanya sembari menunjukkan rekan sopir lainnya yang juga memarkir bus mereka.

Baca juga :Dishub Jatim Inspeksi Bus Angkutan Lebaran

Menurut Syawal, bus yang sepi penumpang ini tanda tak mendapatkan hasil. Padahal, setoran ke pengusaha bus dipatok Rp700.000 per hari. Tetapi, untungnya juragan menyadari sehingga bila bus tidak jalan, maka sopir terbebas dari kewajiban setoran.

"Kalau sampai sore ini tetap tidak ada penumpang, ya terpaksa pulang ke garasi," ucapnya.

Yang membuat terminal sepi, lanjutnya, banyaknya mudik gratis. Selain itu, pemudik memilih carter mobil. Kendati demikian, para sopir tetap melayani pemudik meski penumpangnya terbilang minim.

"Semoga pada lima hari sebelum Lebaran ada banyak penumpang," ujarnya.

Sementara itu, petugas Dinas Perhubungan Jatim Imam Supriono menyatakan lonjakan pemudik diperkirakan pada Minggu (16/4).

"Hari ini pemudik masih sepi," tuturnya.(R2)

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru