Kota Malang, Jawa Timur, kecipratan rezeki dari pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Wisatawan singgah di berjuluk Kota Pendidikan ini karena destinasi baru berkembang selain di Kayutangan heritage juga kampung tematik yang eksotis.
Sektor pariwisata menyumbang pertumbuhan ekonomi dibuktikan dengan tingginya tingkat hunian hotel. Hal itu sesuai rilis Badan Pusat Statistik Kota Malang awal Maret 2023 lalu.
"Pesatnya perkembangan destinasi wisata di Kota Batu dan Kabupaten Malang dan sekitarnya, seperti Bromo, memberikan berkah pada Kota Malang," tegas Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Joko Budi Santoso, Jumat (16/3).
Joko menjelaskan pariwisata yang atraktif kian menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pemerintah Kota Malang pun berhasil mendongkrak sektor pariwisata dengan kebijakan memberikan insentif fiskal pada dunia usaha, khususnya penyedia akomodasi seperti perhotelan dan restoran. Kebijakan itu membuat tarif hotel dan kuliner, termasuk gastronomi menjadi lebih kompetitif.
Hal ini membuat traveler lebih demen memilih Kota Malang sebagai tempat singgah dan menginap yang nyaman. Buktinya bisa dilihat pada tingkat okupansi hotel di Kota Malang rata-rata dikisaran 50%-60%. Angka ini lebih tinggi ketimbang Kota Batu yang hanya di kisaran 40%.
Saat ini, pariwisata di Kota Malang tumbuh dan berkembang yang diikuti dengan kemakmuran pelaku UMKM.
Ketua Pokja Pokdarwis Kota Malang Isa Wahyudi akrab disapa Ki Demang menyatakan kampung tematik menjadi andalan. Di kampung-kampung menyuguhkan sensasi berwisata dengan suguhan kuliner dan tradisi yang khas. Bahkan, Kayutangan yang muncul sebagai destinasi heritage menumbuhkan usaha baru yang artinya memberikan berkah bagi warga.
"Di Kayutangan bermunculan kafe dan resto. Di tempat itu menjadi tempat nongkrong yang saban hari ramai pengunjung," tuturnya.
Editor : Redaksi