Tolok Ukur Surga

jatimkini.com
Ilustrasi : Lukisan karya Guf Tawakal for Jatimkini.com

Fenomena yang ada sekarang, betapa agama menjadi isu paling seksi sampai banyak yang mabuk agama. Agama yang sebenarnya merupakan sarana beribadah bergeser menjadi arus utama sampai lupa esensi religi dalam memahami ketuhanan.

Saking asiknya mengagungkan agama hingga Tuhan terlupakan. Banyak orang beragama tapi tidak bertuhan. Banyak orang bertuhan tapi tidak berakhlak.

Baca juga: Islam Antara Kesucian dan Realitas Sosial

Kegandrungan mengagungkan agama tak lain adalah ingin masuk surga. Dalam hal ini tidak perlu menguji kebenaran keyakinan Anda dengan dalil-dalil dan sebagainya. Surga itu wujudnya seperti apa? Lokasinya dimana? Nggak perlu, nggak perlu ...

Jika benar Anda yakin ada surga, ada tolok ukur tersendiri dengan mengamati perilaku Anda sehari-hari, apa saja yang diperbuat.
Kenyataannya, ada orang susah, ada orang kelaparan, hati sanubarinya Anda tidak terdorong untuk meringankan kesusahannya, Anda tidak mengulurkan tangan untuk mengatasi rasa laparnya.

Ada tetangga tidak punya beras, Anda tidak tergerak untuk membagi stok beras yang ada di rumah. Ada anak terlantar, tidak punya ayah dan ibu, tidak bisa sekolah, hati Anda tidak tergerak untuk bertanya kok, apalagi mencarikan solusi.

Melihat itu, saya tidak percaya Anda ingin masuk surga.

krikrikrikriiiikkk ….

Baca juga: Konsep ketuhanan , Antara Islam Dan Kejawen

Ditulis oleh : Rokimdakas

Jurnalis Senior / Penulis Lepas tinggal di Surabaya

Kanal Podium adalah halaman khusus layanan masyarakat untuk menulis berita lepas

Baca juga: Memahami Dan Memaknai Hadist

Redaksi Jatimkini tidak bertanggungjawab atas tulisan tersebut

 

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru