Rescue Bela Negara Malang Raya Kembangkan Kampung Cinta Tanah Air

jatimkini.com

Rescue Bela Negara Malang Raya, Jawa Timur, memperkuat cinta tanah air merambah desa dengan mengembangkan kampung bela negara.

"Satuan tugas bela negara mendidik dan melatih para pemuda desa yang penerapannya melalui pemberdayaan melibatkan masyarakat," tegas Ketua Rescue Bela Negara Malang Raya Ganif Djuwadi, Kamis (12/5).

Satgas bela negara terdiri dari komunitas arum jeram Jember, komunitas outbound Jatim, Linmas Kota Malang dan rescue bela negara. Para pegiat rescue berkumpul dan beraktivitas di posko Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Program yang dikembangkan, yaitu memperkuat cinta tanah air, mengembangkan wisata arum jeram dan river tubing di aliran Sungai Brantas.

Selain itu, lanjutnya, program pemberdayaan dan pengabdian masyarakat mengembangkan kampung berbasis bela negara, kampung Pancasila dan desa tangguh. Model yang dikembangkan ialah rutin mengedukasi warga, pelatihan dan keterampilan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perdesaan.

"Semua itu berkaitan erat dengan desa literasi, corner bela negara dan rescue bela negara bagian dari kepedulian terhadap kerawanan bencana," tegas Ganif yang menjabat Wakil Direktur III Poltekkes Malang.

Menurut Ganif, satgas bukan saja berinteraksi dengan masyarakat, akan tetapi berkontribusi mengedukasi, pemberdayaan dan mencerdasakan anak bangsa. Pendidikan pendahuluan nilai-nilai cinta tanah air diperkuat, yaitu pendidikan karakter, disiplin, tangguh, jujur, nasionalisme, berbangsa dan bernegara.

"Kami kapan pun siap dibutuhkan membantu rescue dan kebencanaan. Rescue bela negara ini satu-satunya di Indonesia," ujarnya.

Selain pemberdayaan masyarakat, satgas juga mengembangkan pendidkan dan pelatihan pemandu wisata air.

"Kami sudah memiliki personel tersertifikasi sebagai pemandu wisata air lengkap dengan keahlian keselamatan," pungkasnya.

Editor : Redaksi

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru