x
x

Meraup Cuan Dari Ekspor

JATIMKINI, Evi Kurnia terlihat sibuk melayani pengunjung. Pemilik usaha fesyen yang berlokasi di Oma View Kota Malang itu memproduksi pakaian berbagai produk berkualitas ekspor. Yang membuat dagangannya laku karena melayani model kekinian dan hit.

Sore itu, ia mengikuti pameran di pelataran Balai Kota Malang saat gelaran Malang Fashion and Food Festival, Sabtu (22/7).

“Saya biasa melayani pelanggan dari Amerika, Pakistan, Jepang dan India. Memang baru ritel, tapi hasilnya cukup lumayan,” katanya.

Ia kerap mengirim pesanan sesuai permintaan. Konsumen Pakistan biasanya memesan tas dan totebag. Sedangkan konsumen India kebanyakan memesan kain. Ia melayani pembelian sekitar 30 item setiap bulannya.

“Biasanya mereka berbelanja sekitar Rp3 juta. Ongkos kirim Rp1,9 juta melalui paket Kantor Pos,” imbuhnya.

Saat ini, tren anak muda sedang gandrung topi trendi. Produk itu cukup laris di pasaran. Bahkan, konsumen luar negeri demen dengan gaya kekinian. “Best seller topi buckethead model dan desain terbaru harga Rp125 ribu, sedangkan yang ukuran lebih besar Rp135 ribu,” tegasnya.

Kepala Dinas Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mencoba batik cap di stan batik Soendari saat gelaran Malang Fashion and Food Festival, Sabtu (22/7).Kepala Dinas Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mencoba batik cap di stan batik Soendari saat gelaran Malang Fashion and Food Festival, Sabtu (22/7).

Sejauh ini, Pemkot Malang mendorong pelaku UMKM cepat naik kelas. Kualitas produk ditingkatkan agar cepat menembus pasar ekspor. Pasalnya, pariwisata kian tumbuh apalagi produk-produk UMKM Kota Malang banyak diminati konsumen luar negeri.

"Kebijakan sekarang terus melakukan pendampingan  sampai seluruh UMKM terstandardisasi kualitas ekspor," tutur Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi.

Sejauh ini, sebanyak 36 UMKM telah mengekspor berbagai produk ke Singapura, Malaysia, Dubai dan Belanda. Hal itu menunjukkan produk UMKM diterima pasar ekspor yang peluangnya cukup besar.

"Produk kopi, fesyen, makanan ringan dan keripik sangat diminati konsumen luar negeri," ujarnya.

Eko menjelaskan produk UMKM yang terserap pasar luar negeri itu akan terus ditingkatkan. Bahkan, Pemkot Malang segera bekerja sama dengan Tiongkok terkait zona market di Indonesia mengembangkan produk keripik sebagai unggulan.

"Saya sudah melihat sendiri di Tiongkok, produk-produk mereka memang sudah bagus termasuk marketing, packaging dan tempat produksinya. Nanti, kita adopsi sehingga ada standardisasi UMKM," tandasnya.

Saat ini, terdata 80 ribu UMKM di Kota Malang. Sebanyak 21 ribu UMKM sudah terkurasi produknya sesuai standar. Adapun yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebanyak 7 ribu UMKM.

Sedangkan yang sudah mengantongi sertifikasi halal sebanyak 1.762 UMKM. Jumlah itu akan terus ditingkatkan karena sertifikasi halal bekerja sama dengan perguruan tinggi.

"Ada kuota, tahun ini kita optimalkan," imbuhnya.

Sejalan dengan proses standardisasi, Pemkot Malang menggencarkan pameran skala besar. Bahkan, pelaku UMKM didorong mengikuti even di dalam negeri maupun luar negeri. Pameran selain bermakna promosi juga meluaskan pasar.

Dalam konteks ini, pameran atau festival melibatkan semua pihak, yaitu organisasi perangkat daerah, perbankan, BUMN, perhotelan dan komunitas. Dalam gelaran Malang Fashion and Food Festival dan Kajoetangan Festival dipadati pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara.

Animo masyarakat sangat tinggi. Mereka berbelanja kuliner dan fesyen. Jajanan tempo dulu laris bersandingan dengan kuliner khas Kota Malang.

"Peserta 50 UMKM. Animo pengunjung tinggi, masyarakat menyambut positif. Sekitar 5 ribu sampai 10 ribu orang memadati areal Balai Kota Malang," pungkasnya.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur