x
x

Sutiaji Minta Perguruan Tinggi Terapkan Kurikulum Berbasis Pantauan

Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, mendorong perguruan tinggi (PT) membuat kurikulum berbasis pantauan guna mencegah konflik sosial melibatkan mahasiswa. Terobosan melalui kurikulum itu disampaikan kepada forum rektor.

"Saya minta perguruan tinggi agar membuat kurikulum berbasis pantauan. Ini menjadi parameter, semua mata kuliah apa pun baik ketika (mahasiswa) bisa bersosialisasi di masyarakat," tegas Wali Kota Malang Sutiaji, Kamis (29/6).

Sutiaji menekankan kurikulum berbasis pantauan bisa menjadi parameter mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar kampus.

"Ini yang terpenting, apa artinya pintar tapi tidak diterima di masyarakat karena tidak punya human relations terhadap masyarakat," ucapnya.

Baca Juga :Ulangi Prestasi Tahun 2022, Pemerintah Kota Malang Kembali Raih PPD Terbaik

Sejauh ini, situasi di Kota Malang terkendali meski sempat terjadi insiden bentrokan antarmahasiswa berujung seorang meninggal dunia. Masyarakat terutama RT dan RW cepat bertindak membuat situasi kondusif. Terpenting, lanjutnya, masyarakat jangan terkecoh dengan berita hoaks di medsos yang menyatakan Kota Malang mencekam lantaran imbas bentrokan dan aksi sweeping. Informasi hoaks itu memecah belah persatuan.

"Ini sudah clear. Masyarakat jangan terpancing informasi yang tidak benar," tandasnya.

Sutiaji mengatakan Iduladha tahun ini memaknai nilai pengorbanan. Pada hakikatnya, berkorban merupakan simbol hidup mengorbankan diri untuk menjaga orang lain.

"Adapun merdeka itu bermakna menjaga kemerdekaan sekeliling kita. Intinya juga bicara pembatasan. Bermasyarakat pun juga demikian. Masyarakat Kota Malang kondusif, (memang) ada percikan kecil, saya yakin aman," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan konflik yang sempat terjadi di Kota Malang bukan mahasiswa dengan masyarakat, melainkan antarsesama mahasiswa organisasi dari NTT. Namun, persoalan itu sudah diselesaikan melibatkan pemangku kebijakan, yakni Polri, TNI, camat dan lurah. Dalam hal ini, polisi menyelesaikan perkara dengan mengedepankan upaya pencegahan konflik sosial.

"Kedepan mengkaji kembali yang penting saling menjaga diri terutama (mencegah) konflik SARA. Upaya pencegahan terus dilakukan melibatkan semua pihak," tuturnya (R2)

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur