JATIMKINI.COM, Sebanyak 200 kader Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur mengikuti PWPM Institute 2026 di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran politik, kebijakan publik, hingga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi kader Pemuda Muhammadiyah.
Mengusung tema Utilisasi Infrastruktur, Inovasi Gerakan: Menuju Nawasena Jawa Timur, PWPM Institute 2026 diikuti 50 pengurus PWPM Jatim serta 150 ketua, sekretaris, dan bendahara Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dari berbagai kabupaten dan kota.
Materi utama dikemas dalam sesi parlemen bertajuk Dari Aspirasi ke Kebijakan: Memahami Parlemen, APBD, dan Advokasi Publik. Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardika bersama Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansa membahas politik anggaran, Sekolah APBD, serta advokasi kebijakan dan anggaran.
Wakil Ketua PWPM Jatim, Arthansyah Rahmatan Putra mengatakan, pemahaman terhadap kebijakan publik tidak dapat dilepaskan dari proses penganggaran. Kader perlu memahami bagaimana APBD direncanakan, disusun, hingga diawasi agar mampu berpartisipasi dalam mengawal kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ketua PWPM Jatim M. Anang Nafi’uzzaki menegaskan, penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam mengembangkan gerakan Pemuda Muhammadiyah di Jawa Timur.
“Kami mengapresiasi seluruh PDPM Jawa Timur karena di ujung periode ini telah mengupayakan syiar dan dakwah Pemuda Muhammadiyah di seluruh penjuru kabupaten/kota. Seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur kini memiliki kepengurusan PDPM,” ujarnya.
Anang juga menekankan pentingnya inovasi dan peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.
“Harus ada ide baru yang senantiasa lahir dari para pemuda. Pemuda Muhammadiyah juga menjadi mitra strategis bagi eksekutif dan legislatif,” tegasnya.
Selain penguatan literasi politik dan anggaran, PWPM Institute 2026 menjadi momentum konsolidasi menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah. Agenda tersebut menghadirkan Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah Najih Prasetiyo untuk memperkuat komunikasi, kepercayaan, serta penyelarasan gagasan antarkader.
PWPM Jatim juga menjadikan kegiatan ini sebagai pijakan awal membangun basis data potensi kader di 38 kabupaten dan kota. Pemetaan tersebut mencakup kompetensi, profesi, jejaring kelembagaan, hingga program unggulan sebagai modal pengembangan kolaborasi lintas wilayah dan sektor.
Melalui PWPM Institute 2026, Pemuda Muhammadiyah Jatim berupaya menyiapkan kader yang tidak hanya memiliki landasan ideologi Islam dan Muhammadiyah, tetapi juga mampu berpikir kritis, adaptif, kreatif, serta terlibat dalam advokasi kebijakan publik berbasis data dan berdampak bagi masyarakat.
Editor : Rochman Arief