x
x

PLN dan Wagub Jatim Resmikan Community Development Program Beasiswa KSE di Surabaya

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan serta komitmen untuk mencapai pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan yang berkualitas, PT PLN (Persero) dan Wakil Gubernur Jawa Timur resmikan program community development di kantor kelurahan Keputih, Surabaya.

Program yang memiliki jargon karya nyata untuk negeri ini merupakan inisiasi dari mahasiswa penerima beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) yang sepenuhnya didukung oleh PLN.

Program yang melibatkan paguyuban mahasiswa beasiswa KSE dari ITS dan UNAIR ini merupakan sebuah wadah untuk meningkatkan peranan mahasiswa tidak hanya menempuh pendidikan formal, namun juga mengimplementasikannya di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat lebih untuk masyarakat.

Terdapat beberapa program yang diresmikan antara lain hidroponik, budidaya tanaman toga dan kelor, pembuatan inovasi alat monitoring budidaya lobster dan produk minuman alpukat kocok (MASPOKAT). Selain di Surabaya terdapat program Jamur Crispy Mushroom dan D'Java & My Potty yang diinisiasi mahasiswa penerima beasiswa di Malang.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak turut hadir memberikan apresiasi atas kolaborasi PLN, KSE, perguruan tinggi dan masyarakat untuk mewujudkan pertumbuhan berkualitas SDM.

"Yang bagus dari program ini ialah karya nyata di tengah masyarakat, kolaborasi dengan masyarakat Keputih. Mudah-mudahan rekan penerima beasiswa semakin termotivasi. Rekan-rekan KSE bisa membimbing para mahasiswa menuju generasi ke depan yang lebih baik," terang Emil.

PLN sebelumnya telah memberikan beasiswa kepada 120 putra putri berprestasi dari 21 universitas negeri dari Aceh hingga Papua, dimana 18 mahasiswa penerima beasiswa diantaranya di Jawa Timur yang tersebar di tiga universitas yakni ITS, Unair, dan Universitas Brawijaya. Dengan periode program September 2019 hingga Agustus 2023.

Senior Manager Keuangan PLN UID Jawa Timur Dadang Hardiana menuturkan kegiatan ini menjadi penting dalam memperluas manfaat kehadiran PLN bagi masyarakat melalui kegiatan Community Development.

"Saya lihat, telah lahir beberapa program sebagai wujud nyata kegiatan community development yang dibangun oleh paguyuban beasiswa KSE ITS dan Unair khususnya di Kelurahan Keputih telah dilaksanakan. Seperti program hidroponik, budidaya tanaman toga dan kelor, pembuatan inovasi alat monitoring budidaya lobster dan lainnya," jelas Dadang.

Ia menambahkan program yang telah berlangsung sejak tahun 2020 ini tidak hanya memberikan pengalaman kewirausahaan mahasiswa melainkan juga terciptanya peluang ekonomi bagi masyarakat.(R1)

Berita Terbaru
Jumat, 11 Jul 2025 12:07 WIB

Hong Kong Tarik Peluang Kedatangan Wisatawan Indonesia di HKTB Trade & Media Luncheon Surabaya

JATIMKINI.COM, Pemerintah Hong Kong tahun ini tengah membidik kunjungan wisatawan mancanegara secara total mencapai 49 juta wisatawan yang salah satu
Kamis, 10 Jul 2025 18:48 WIB

Layanan Baru TPS Perkuat Jalur Perdagangan ke China Utara

TPS membuka layanan baru di awal semester kedua 2025 dengan mendapat kepercayaan untuk melayani rute Surabaya China Utara.
Kamis, 10 Jul 2025 12:19 WIB

EIGER Junior Kirim 2.000 Tas Sekolah untuk Anak-Anak di Pelosok Indonesia

JATIMKINI.COM, Mengawali Juli 2025, musim liburan sekolah jadi momentum EIGER Junior untuk berkeliling Indonesia. Membawa satu misi khusus, menjelajahi ribuan
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit