JATIMKINI.COM, Gala Premier film Jangan Buang Ibu di Surabaya pada Kamis, (18/6/2026) mengungkap banyak fakta. Sejumlah pemeran film yang diproduksi Leo Pictures ini menyapa para penggemarnya di XXI Pakuwon Mall lantai 2M, Surabaya.
Sejumlah pemeran seperti Nirina Zubir, Jarred Ali, Saputra Kori, Fadly Faizal, dan Diana M Putri, turut berbagi kesan. Nirina yang memerankan karakter Ristina menceritakan beberapa potongan selama proses syuting.
“Begitu saya memerankan karakter Ibu Ristiana, saya seperti sedang menirim surat cinta buat ibu saya. Bukan buat anak,” tutur Nirina.
Nirina menambahkan bahwa film ini memberi refleksi sekaligus pengingat bahwa ibu itu orang yang sangat menunggu kabar dari anak-anaknya. Jangan Buang Ibu, lanjut Nirina, adalah film yang terlihat sederhana tapi sarat akan pesan moral di dalam keluarga.
Artis berusia 46 tahun ini memiliki pengalaman luar biasa di dalam film ini. Ia mengaku sempat menangis menyaksikan film ini. “Padahal saya yang memerankan. Dan ini (menunjuk Saputra Kori) lima kali menyaksikan, lima kali menangis,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, COO PT Sun Paper Source, William Yaury, menegaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari ketulusan. Menurutnya, nilai di dalam film ini bisa menjadi pengingat sekaligus renungan di tengah derasnya arus kehidupan modern.
Ia berharap agar tidak membiarkan kesibukan sebagai penghalang untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus kepada orang tua.
“Kami merasa bahwa film ini bukan sekadar karya sinema, melainkan sebuah cermin bagi setiap anak untuk merenungkan kembali seberapa banyak waktu yang mereka miliki,” ujarnya.
Ia juga berharap anak bisa mendengarkan cerita, menggenggam tangan, atau bahkan hanya duduk bersama orang tua sebelum kesempatan itu benar-benar hilang.
Film arahan sutradara Hadrah Daeng Ratu ini berhasil memotret pengorbanan seorang ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya hingga sukses. Hanya saja harus dihadapkan pada realitas pahit di masa tuanya.
Sementara itu, produser Jangan Buang Ibu sekaligus pemilik Leo Pictures, Agung Saputra, menuturkan film ini dirancang sedemikian rupa agar terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.
“Kami menciptakan film ini agar orang yang menontonnya merasa ini adalah potongan kisah hidup mereka sendiri. Film ini sangat dekat dengan realitas masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Film Jangan Buang Ibu diharapkan bisa merasakan emosional dari pesan yang disampaikan. Alasan ini mengapa ia mengajak keluarga tercinta ke bioskop sebagai momen untuk saling merangkul dan memahami arti kehadiran satu sama lain.
Adapun penayangan film Jangan Buang Ibu akan dilakukan secara serentak pada 25 Juni 2026.
Editor : Rochman Arief