JATIMKINI.COM, Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) baru saja meresmikan sumber air di Dusun Dringu, Desa Jegulo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Peresmian ini menandai akhir krisis air bersih yang kerap melanda kala musim kemarau tiba.
Persoalan ini membuat warga harus menempuh beberapa kilometer untuk mendapatkan air bersih. Sebagaimana disampaikan Kepala Dusun Dringu, Muhammad Rokhim, yang menyebut warganya kerap kesulitan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.
“Pada musim kemarau, warga kami harus mengambil air sejauh lebih dari dua kilometer,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa keterbatasan akses air bersih tersebut berdampak luas pada berbagai aktivitas masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan air bersih bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk keperluan ibadah, mendukung kegiatan belajar mengajar, serta menunjang kegiatan peternakan warga.
Penyediaan fasilitas air bersih ini bukan tanpa tantangan. Kepala Kantor Perwakilan IZI Jawa Timur, Helmy Bachtiar Attamimy, mengungkapkan bahwa bersama Pelindo Marine pihaknya harus melakukan upaya ekstra untuk menemukan titik air yang layak.
“Kami melakukan enam kali pengeboran. Pada pengeboran sebelumnya kami belum menemukan titik yang tepat, setelah beberapa titik sebelumnya nggak berhasil,” ujar Helmy.
Namun demikian, pada pengeboran ke enam baru berhasil menemukan sumber air bersih. Pengeboran ini mencapai kedalaman 52 meter dan diharapkan memberi manfaat berkelanjutan untuk 44 kepala keluarga.
Di kesempatan ini, Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Warsilan, menjelaskan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sumber Air Berkah merupakan replikasi kesuksesan program serupa di Desa Peddess, Kecamatan Socah, Bangkalan.
“Program ini kami replikasi dari program TJSL yang telah memberikan dampak berkelanjutan bagi warga Bangkalan, dan kini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat Tuban,” jelas Warsilan.
Ia menambahkan bahwa program ini memiliki makna personal sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pelaksanaannya.
“Sebagai putra daerah, saya pernah merasakan betapa sulitnya hidup dalam kondisi kekurangan air, bahkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) pun sangat terbatas,” tuturnya.
Warsilan menekankan bahwa keberhasilan Program Sumber Air Berkah tak lepas dari sinergi semua pihak. Pelindo Marine, IZI dan serta warga yang bergotong royong mewakafkan tanahnya menjadi kunci memberikan manfaat bagi lingkungan.
Editor : Rochman Arief