Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, menyiapkan anggaran penanganan kemiskinan Rp500 miliar. Anggaran sebesar itu diharapkan mengentaskan warga miskin setidaknya 0,6% tahun ini.
Pasalnya, target pengentasan kemiskinan dipatok tercapai 3,77% sampai akhir RPJMD 2023 dari pencapaian eksisting 2022 sebesar 4,37%.
"Anggaran pengentasan kemiskinan disiapkan Rp500 miliar tersebar di masing-masing dinas. Konsentrasi ada pemberdayaan, ekonomi kerakyatan dan bantuan langsung tunai," tegas Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Kamis (11/5).
Penanganan kemiskinan, lanjutnya, harus bersama-sama agar persoalan ini cepat terselesaikan. Ia menjelaskan penyelesaian basis data by name by address sudah tuntas di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun.
"Sekarang, kita intervensi berbasis data khususnya di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun. Setelah intervensi, diharapkan bisa keluar dari kemiskinan," ucapnya.
Sedangkan data kemiskinan yang belum kelar di Kecamatan Klojen, Blimbing dan Lowokwaru. Rencananya, data tiga kecamatan itu akan dituntaskan tahun ini.
"Tiga kecamatan lainnya menyusul karena keterbatasan anggaran. Memang dianggarkan di tahun 2023, gak onok (tidak ada) masalah," katanya.
Pemkot Malang berkomitmen mengentaskan kemiskinan dengan menyiapkan anggaran. Harapannya segera diintervensi sehingga mereka yang miskin ekstrem cepat keluar dari kemiskinan.
"Anggaran sudah disiapkan. Intervensi diharapkan tepat sasaran sehingga mereka keluar dari garis kemiskinan," pungkasnya.
Editor : Redaksi