JATIMKINI.COM, Sebanyak 814 wisatawan mancanegara yang menumpang kapal pesiar mewah Viking Venus mengikuti rangkaian tur budaya di Surabaya dan sekitarnya, Kamis (12/3/2026).
Kapal pesiar berbendera Norwegia tersebut bersandar di kawasan Surabaya North Quay di kompleks Pelabuhan Tanjung Perak setelah sebelumnya singgah di Bali dalam rute pelayaran internasional menuju Thailand.
Para pemandu yang terhimpun dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Surabaya bekerja secara profesional sekaligus mencerminkan wajah bangsa di hadapan wisatawan.
Ratusan wisatawan dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengikuti paket tur budaya dan sejarah di Surabaya serta kawasan peninggalan Majapahit di Mojokerto.
Paket tur Heritage of Surabaya membawa wisatawan mengunjungi sejumlah bangunan bersejarah seperti Hotel Majapahit Surabaya, Tugu Pahlawan yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Sepuluh Nopember, serta Gereja Kepanjen Surabaya.
Sementara paket Sights of Surabaya mengajak wisatawan mengunjungi Pura Jagat Karana Surabaya untuk menikmati pertunjukan tari Bali dan sajian minuman penyegar, kemudian berlanjut ke Klenteng Boen Bio di kawasan Kapasan, Pasar Genteng, serta Museum HOS Tjokroaminoto.
Sebagian wisatawan lainnya mengikuti perjalanan ke kawasan sejarah Trowulan yang dikenal sebagai pusat peninggalan Kerajaan Majapahit.
Kegiatan budaya juga digelar di Museum Mpu Tantular. Di halaman museum tersebut para tamu disuguhi pertunjukan tari tradisional "Gandrung Banyuwangi", bazar kerajinan, serta demonstrasi minuman herbal sinom.
Sejumlah produk budaya lokal turut dipamerkan, mulai dari batik khas Sidoarjo karya Al Huda hingga karya siswa SMKN 12 Surabaya yang menampilkan batik bertuliskan aksara Honocoroko.
Wisatawan juga diberi kesempatan mencoba membatik secara langsung sebagai bagian dari pengalaman budaya.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia DPC Surabaya, Agustina Setiarini, mengatakan kedatangan kapal pesiar internasional seperti Viking Venus memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
“Setiap kapal pesiar membawa ratusan wisatawan mancanegara yang langsung berinteraksi dengan destinasi wisata, pemandu wisata, transportasi lokal, hingga pelaku UMKM. Ini menjadi peluang ekonomi yang cukup besar bagi kota Surabaya dan daerah sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Tina, wisatawan kapal pesiar biasanya hanya memiliki waktu singgah sekitar satu hari sehingga paket tur dirancang padat namun tetap memberikan pengalaman budaya yang otentik.
Data Pelindo menunjukkan sepanjang 2026 terdapat sedikitnya 16 jadwal kedatangan kapal pesiar internasional di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak.
Beberapa kapal yang dijadwalkan singgah antara lain Seven Seas Navigator, Regatta, Sirena, Seven Seas Mariner, hingga Nautica.
Viking Venus sendiri dijadwalkan bersandar dua kali di Surabaya pada 2026, yakni pada 12 Maret dan 4 November dengan waktu sandar sekitar pukul 06.00 hingga 20.00 WIB.
Kehadiran kapal pesiar internasional ini dinilai menjadi salah satu pintu masuk penting bagi promosi wisata Surabaya dan Jawa Timur di tingkat global.
Selain memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya lokal, kunjungan wisatawan kapal pesiar juga mendorong perputaran ekonomi di sektor transportasi, pemandu wisata, kuliner, hingga industri kerajinan dan suvenir.
Dengan semakin seringnya kapal pesiar internasional singgah di Surabaya, para pelaku pariwisata berharap kota ini dapat semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya penting di kawasan Asia Tenggara.
Editor : Ali Topan