JATIMKINI.COM, Bank Indonesia memproyeksikan pergerakan arus uang kas yang keluar atau outflow secara nasional selama momen Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 bakal meningkat 15,1% menjadi Rp185,6 triliun dari sebelumnya Rp161,3 triliun pada 2025.
Dalam kegiatan Capacity Building Media Bank Indonesia Jatim di Bandung, Sabtu (14/2/2026), Asisten Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI, Fenty Tirtasari Ekarina yang menjadi narasumber mengatakan dari proyeksi kebutuhan uang Ramadan dan Lebaran tersebut , kebutuhan Uang Pecahan Besar (UPB) nya sebesar Rp1643 triliun (naik 14,9%) dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp21,3 triliun (naik 16,5%).
"Kami memperkirakan outflow di periode Ramadan dan Idulfitri tertinggi terjadi di Jawa 35,8%, Jakarta 28,3%, Sumatra 19,3%, disusul Kalimantan, Sulampua, dan Balinusra," jelasnya.
Fenty mengatakan, dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri melalui program Serambi 2026 yang mengusung tema 'Rupiah memberi makna di bulan penuh berkah' itu menjadi momentum emas Bank Indonesia dalam mendukung perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan menjaga kelancaran, keamanan, dan efisiensi sistem pembayaran salah satunya elalui ketersediaan uan g kartal yang mencukupi guna mendukung kegiatan perekonomian dapat berjalan dengan baik.
"Pemenuhan kebutuhan uang Rupiah sesuai dengan siklus tahunan dimana periode Ramadan dan Idulfitri merupakan pangsa outflow terbesar yang tercermin atas persentase outflow terbesar dalam rentang 1 tahun," jelasnya.
Hal ini, lanjutnya, merupakan dampak dari tadisi masyarakat Indonesia yang masih cukup kuat untuk bersilaturahmi pada momen hari raya Idulfitri termasuk berbagi kebahagiaan dengan memberikan uang tunai sebagai tradisi manambang (Padang) dan tradisi rumpak-rumpakan (Palembang).
Untuk itu, kata Fenty, BI melakukan perhitungan proyeksi kebutuhan uang Rupiah selama periode RAFI 2026, menyiapkan kombinasi pecahan (UPB dan UPK) sesuai ketahanan, dan strategi distribusi uang Rupiah dalam pemenuhan kebutuhan RAFI 2026.
"BI juga menyediakan layanan kas kepada masyarakat, mutra kerja, dan perbankan, serta aplikasi PINTAR dalam layanan penukaran uang Rupiah termasuk memberikan edukasi dan komunikasi," imbuhnya.
Editor : Peni Widarti