JATIMKINI.COM, PT AIDIA Kreasi Digital (AIDIA Creative) menggelar acara diskusi berkonsep modern business talk melalui #GetTheAIDIA yang dikemas lebih fun, visual dan relevan dengan tantangan bisnis hari ini di Kowloon Crave & Grove.
Founder AIDIA Creative, Aldo Adela menjelaskan bahwa #GetTheAIDIA lahir dari keresahan terhadap format seminar bisnis yang kerap terasa jauh dari realitas lapangan.
“Kami ingin pelaku usaha belajar dan berbagi insight dalam diskusi ini, dan membuat business talk yang benar-benar relevan. Tidak kaku, tidak penuh jargon, tapi berbasis pengalaman nyata para pelaku bisnis. Diskusi bisnis seharusnya bisa dinikmati, sekaligus memberi insight yang bisa langsung dipakai,” ujar Aldo, Kamis (29/1/2026).
Diskusi ini digelar pada malam hari dengan konsel full LED experience. Gelaran ini juga menjadi penanda 5th Anniversary AIDIA Creative, sekaligus Kick Off menuju 2026. Lebih dari sekadar perayaan, #GetTheAIDIA tampil sebagai potret baru bagaimana industri kreatif dan dunia bisnis saling beririsan dalam format yang lebih segar.
Berbeda dari seminar bisnis pada umumnya, #GetTheAIDIA sejak awal dirancang sebagai business talk berbasis experience, memadukan edukasi, networking, dan apresiasi klien dalam satu rangkaian acara.
Tema yang diangkat sangat kontekstual, mulai dari Social Media Landscape 2026, digital marketing, offline marketing, marketplace, hingga pemanfaatan AI sebagai pendorong efisiensi bisnis dan industri kreatif. Seluruh materi dibawakan oleh praktisi dan pelaku bisnis, bukan sekadar teori.
“Di AIDIA, kami percaya pertumbuhan bisnis tidak dibangun dari janji viral, tapi dari sistem yang rapi dan efisiensi kerja. Itu juga yang kami bawa ke #GetTheAIDIA,” tambah Aldo
Ia mengungkapkan, acara ini direncanakan dengan konsep secara intim dengan jumlah peserta terbatas. Namun ternyata ada sekitar 150 peserta yang minat. Mereka terdiri dari CEO, C-Level, business owner, entrepreneur, hingga kreator di Surabaya.
Menurut Aldo, dinamika industri kreatif saat ini semakin kompetitif. Di tengah maraknya agency baru, pelaku bisnis perlu lebih cermat memilih mitra kreatif.
“Sekarang banyak agency yang menjual viralitas tanpa sistem. Padahal, tanpa sistem yang jelas, hasilnya tidak berkelanjutan. Agency seharusnya menjadi partner pertumbuhan bisnis, bukan sekadar pembuat konten,” katanya.
AIDIA Creative, lanjut Aldo, memposisikan diri sebagai creative partner yang powered by AI, tapi tetap berbasis sistem dan kontrol manusia. AI digunakan sebagai booster efisiensi, bukan pengganti peran kreatif manusia.
Pendekatan ini pula yang membuat AIDIA dikenal sebagai creative agency Surabaya yang mengerjakan kebutuhan branding, social media agency, digital marketing, hingga content creator / content marketing secara terintegrasi.
Aldo Adela menambahkan, #GetTheAIDIA bukan tidak mungkin berlanjut ke edisi berikutnya, melihat antusiasme peserta yang tinggi.
"Kalau industrinya terus bergerak, diskusinya juga harus terus hidup. Kami ingin #GetTheAIDIA menjadi ruang belajar dan bertemu yang relevan bagi pelaku bisnis dan industri kreatif,” tutupnya.
Melalui format yang modern dan konseptual, AIDIA Creative menegaskan posisinya bukan hanya sebagai branding agency, tetapi sebagai mitra strategis yang memahami perubahan zaman—menggabungkan kreativitas, sistem, dan teknologi dalam satu ekosistem yang terarah.
Selain Aldo Adela, #GetTheAIDIA juga menghadirkan sejumlah pelaku bisnis dari berbagai sektor. Diskusi berkembang dari strategi marketplace yang sehat, pentingnya margin dan product-market fit, hingga peran event offline sebagai brand activation yang masih relevan di era digital.
Co Founder & Creative Director AIDIA Creative, Pamela Felita, menyoroti perubahan besar media sosial yang kini telah bertransformasi menjadi media utama, bukan sekadar ruang bersosialisasi.
Sementara itu, Adelia Yulianti, Co Founder sekaligus Direktur Operasional AIDIA Creative, membagikan praktik nyata penggunaan AI dan sistem kerja untuk menjaga kualitas sekaligus kecepatan eksekusi.
Editor : Peni Widarti