JATIMKINI.COM, Keandalan pasokan listrik nasional tidak lepas dari peran pembangkit strategis yang mampu bereaksi cepat saat sistem mengalami gangguan. Salah satu tulang punggung tersebut adalah PLTGU Muara Tawar di Bekasi, Jawa Barat.
Di pembangkitan ini memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional. Terutama di wilayah dengan beban tertinggi di Indonesia. Penilaian itu disampaikan Komisi XII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke fasilitas pembangkit milik PLN Nusantara Power tersebut.
Anggota legislatif mengapresiasi kinerja dan keandalan PLTGU Muara Tawar, yang selama ini berfungsi sebagai pembangkit cadangan bereaksi cepat atau peaker pada sistem interkoneksi Jawa–Madura–Bali (Jamali).
“PLTGU Muara Tawar ini sangat penting karena berfungsi sebagai catu daya cadangan saat kondisi darurat. Keandalannya terbukti, dikelola dengan tata kelola yang baik, dan telah menerapkan prinsip ESG,” ujar Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, Selasa (27/1/2026).
Hal senada disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI, Totok Daryanto. Menurutnya, kesiapan PLTGU Muara Tawar menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan listrik di wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, hingga sebagian besar Pulau Jawa.
“Kami mencatat tingkat keandalan pembangkit ini berada di kisaran 94 hingga 96 persen sepanjang 2025. Ini menunjukkan sistem operasionalnya solid dan mampu mengantisipasi potensi gangguan, termasuk akibat cuaca ekstrem dan perubahan iklim,” jelasnya.
Totok menambahkan, meski kinerja pembangkit sudah baik, upaya peningkatan teknologi dan peremajaan peralatan tetap perlu dilakukan agar efisiensi dan keandalan listrik nasional dapat terus terjaga.
Dari sisi operator, Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa PLTGU Muara Tawar merupakan salah satu aset strategis yang dioperasikan dengan mengedepankan keandalan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.
“PLTGU Muara Tawar dilengkapi teknologi fast response gas turbine dan sistem pendukung yang memungkinkan pemulihan sistem secara cepat saat terjadi gangguan besar. Ini menjadi bukti kompetensi SDM PLN Nusantara Power dalam menjaga keandalan listrik nasional,” ujar Ruly.
Dengan kapasitas terpasang lebih dari 2.559 MW dan terhubung ke sistem transmisi 500 kV, PLTGU Muara Tawar berperan sebagai pengaman utama sistem kelistrikan nasional. Keunggulan lain pembangkit ini adalah keberadaan CNG Plant yang mendukung pemulihan sistem Jamali saat kondisi darurat seperti blackout.
Kinerja operasional yang konsisten, tingkat kesiapan unit di atas 90 persen sesuai standar internasional NERC, serta dukungan teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni menjadikan PLTGU Muara Tawar terus diandalkan sebagai benteng terakhir keandalan listrik nasional, terutama di kawasan dengan kebutuhan energi tertinggi di Indonesia.
Editor : Rochman Arief