JATIMKINI.COM, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan harga pangan jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026 tetap terkendali. Bahkan ia berharap harga pangan bisa terkontrol seperti saat Natal 2025 dan tahun baru 2026.
“Presiden menekankan harga pangan jelang puasa dan lebaran tidak boleh naik. Stok harus cukup agar harga terkendali,” kata Zulkifli Hasan, di sela pemberian bingkisan kepada ojek online, Selasa (27/1/2026).
Salah satu strategi utama yang disusun pemerintah adalah dengan menggencarkan operasi pasar murah di berbagai daerah. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, pasar murah bahkan telah digelar setiap hari.
“Sudah dilakukan setiap hari,” tegasnya menambahkan. Ia mencontohkan operasi pasar murah dengan memberikan potongan harga 10 persen untuk semua kebutuhan utama. Ia menilai langkah tersebut efektif menekan gejolak harga pangan, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adi Nugroho memastikan stok pangan sangat aman hingga14 bulan ke depan, dengan ketersediaan sekitar 796 ribu ton setara beras.
“Stok Bulog Jawa Timur sangat aman. Per Januari ini kami sudah menyerap sekitar 34 ribu ton setara beras dan hampir 4 ribu ton jagung dari petani di seluruh Jatim. Ini lebih cepat dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Langgeng menambahkan, Bulog Jatim juga mendapatkan kuota distribusi minyak goreng sebesar 35 persen dari total nasional, atau sekitar 28 juta liter. Minyak goreng tersebut telah disalurkan ke pasar-pasar tradisional di 38 kabupaten/kota dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Distribusi minyak goreng kami pastikan langsung ke pengecer agar harganya terkontrol. Sampai saat ini harga pangan masih stabil dan di bawah HET,” tegasnya.
Terkait potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, Langgeng mengakui banjir di Lamongan berpotensi merduksi panen. Namun demikian, pihaknya memastikan serapan panen dari petani masih bisa terjaga.
Editor : Rochman Arief