Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Jawa Timur mencatat inflasi April 2023 sebesar 0,24%. Angka itu lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya (month to month/mtm) sebesar 0,42%.
"Tekanan inflasi April melemah menuju normal," tegas Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini dalam rilis secara virtual, Selasa (2/5).
Sedangkan angka inflasi April 2023 secara tahunan (year on year/yoy) tercatat 4,49% atau lebih rendah ketimbang sebelumnya mencapai 5,74%.
Ia mengungkapkan andil inflasi April dari angkutan udara, daging ayam ras, beras, emas perhiasan, biaya keamanan dan tomat. Selain itu juga disumbang oleh kenaikan harga ayam hidup, mobil, buah semangka dan pisang.
Harga tiket angkutan udara menyumbang inflasi teratas sejak tahun 2020-2023. Pasalnya memang tidak bisa diintervensi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kendati demikian, TPID berhasil mengendalikan tarif angkutan kota.
"Inflasi Ramadan dan Idulfitri relatif terkendali. Subsidi BBM pada sopir angkot membuat tarif angkot bukan penyebab inflasi seperti sebelumnya," katanya.
Ia mengatakan sejumlah harga komoditas bergejolak di antaranya daging ayam ras, cabai merah, beras, tempe, gula pasir dan daging sapi.
Harga daging ayam dan sapi melonjak lantaran konsumsi selama Lebaran sedang meningkat. Sedangkan stoknya ada kemungkinan terbatas.
Di sisi lain, terjadi penurunan harga pada bawang putih, tahu mentah, minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah dan cabai rawit.
Harga minyak goreng terkendali karena gencarnya operasi pasar. TPID pun rutin mengawal perkembangan harga di pasar. (R2)
Editor : Redaksi