JATIMKINI.COM, Merdeka Battery Materials mencatat kinerja solid pada kuartal ketiga 2025. Perusahaan berhasil menggenjot produksi bijih nikel di tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) serta menekan biaya operasional secara signifikan.
Produksi saprolit tumbuh 89 persen secara tahunan menjadi 2,0 juta wet metric ton (wmt). Sedangkan limonit naik 51 persen menjadi 5,6 juta wmt. Efisiensi operasional membuat biaya tunai saprolit turun menjadi USD23,3/wmt. Sementara biaya tunai limonit melandai ke level USD7,9/wmt.
“Ini menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi dan operasi yang lebih efisien,” kata Presiden Direktur Merdeka Battery Materials, Teddy Oetomo, dalam keterangan resmi, Senin (10/11/2025).
Perbaikan efisiensi juga terlihat pada segmen pengolahan. Walaupun produksi Nickel Pig Iron (NPI) merosot ke 19.819 ton, margin NPI justru naik signifikan menjadi USD2.215 per ton.
Biaya tunai menurun 16 persen secara tahunan menjadi USD9.059 per ton nikel. MBMA mampu menekan cost lewat optimalisasi pasokan saprolit internal dan disiplin biaya.
Strategi hilirisasi menjadi fokus utama. Lewat pengembangan High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Acid Iron Metal (AIM), perseroan mengamankan posisi sebagai pemain kunci rantai pasok bahan baku baterai global.
Di proyek ESG New Energy Material, produksi MHP tercatat 7.181 ton. Sementara proyek SLNC mencapai 54 persen konstruksi untuk fasilitas HPAL dan 29 persen untuk FPP.
Di sisi lain, fasilitas AIM yang dikelola PT Merdeka Tsingshan Indonesia sudah menghasilkan 251.715 ton asam sulfat. Pabrik klorida dan katoda tembaga memasuki tahap komisioning, dan sudah tercipta produk copper cathode standar LME.
Secara pendapatan, MBMA mencatat USD935 juta sepanjang sembilan bulan tahun ini. Meski turun 32 persen dibanding periode sama tahun lalu karena tekanan kontribusi NPI dan HGNM, manajemen tetap optimistis target logistik bijih dan cost guidance 2025 bisa dicapai.
“Kami berada di jalur yang tepat. Pertumbuhan produksi bijih, efisiensi biaya pengolahan, dan progres HPAL serta AIM akan memperkuat posisi MBMA sebagai pemasok bahan baku baterai kelas dunia,” ungkap Teddy memungkasi.
Editor : Rochman Arief