JATIMKINI.COM, Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mencatat kenaikan arus kargo curah cair sepanjang triwulan III 2025. Volume tercatat mencapai 22,25 juta ton atau tumbuh 4,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas bongkar muat curah cair makin bergairah. Kontribusi besar datang dari beberapa pelabuhan utama di bawah Pelindo Multi Terminal seperti Belawan, Dumai, Teluk Bayur, Jamrud–Nilam–Mirah, Tanjung Wangi, Trisakti, hingga Bumiharjo Bagendang di Kalimantan.
VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan menegaskan pihaknya terus menggenjot kapabilitas pelayanan terminal nonpetikemas, termasuk kargo curah cair.
“Kami mengoptimalkan fasilitas dan peralatan di terminal. Didukung penerapan sistem operasi PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose) untuk memastikan layanan lebih aman, efektif, dan efisien,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Farid menambahkan, peningkatan layanan diharapkan mampu memangkas port stay dan cargo stay kapal.
Di lingkungan Pelindo Multi Terminal Group, layanan curah cair didukung fasilitas utama seperti pipeline dan piperack, loading point area, platform dermaga untuk proses bongkar muat. Begitu juga dengan sistem pigging untuk pembersihan pipa, jembatan timbang, serta mooring dolphins.
Adapun komoditas terbesar curah cair masih didominasi produk turunan kelapa sawit. Komoditas ini menjadi penyumbang minyak nabati untuk kebutuhan minyak goreng, bahan baku industri, hingga biodiesel.
Editor : Rochman Arief