x
x

Jaga Stabilitas, Pemkot Surabaya Perkuat Strategi Kendalikan Harga Bahan Pokok

JATIMKINI.COM, Kenaikan harga cabai dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Meski harga di bawah Harga Acuan Penjualan Tingkat Konsumen (HAPK), pemkot tak ingin kecolongan. 

Kali ini Pemkot Surabaya menerapkan sejumlah strategi, untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok di pasar tradisional tetap terjaga.

“Kami menemukan adanya tren kenaikan harga cabai di beberapa pasar. Namun posisinya masih di bawah HAPK,” ujar Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, Jumat (19/9/2025).

Pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di lima pasar tradisional—Pasar Genteng Baru, Tambahrejo, Wonokromo, Pucang Anom, dan Soponyono—menunjukkan harga cabai berfluktuasi. 

Cabai merah besar sempat naik ke Rp39.200 per kilogram pada 4 Agustus. Harga ini sempat turun menjadi Rp27.600 di awal September, sebelum kembali menanjak ke Rp34.760 pertengahan bulan. Pola serupa juga terlihat pada cabai merah keriting dan cabai rawit merah.

Pemkot Surabaya, kata Vykka, merespons dengan langkah cepat: menggelar Pasar Murah di 31 kecamatan, Operasi Pasar untuk beras dan minyak goreng, serta Gerakan Pangan Murah (GPM) rutin setiap bulan. Selain itu, kios TPID dibuka di sejumlah pasar untuk memastikan harga lebih terkendali.

Tak berhenti di situ, pemkot juga memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan wilayah penghasil cabai, mulai dari Kediri hingga Probolinggo. “Kami juga melakukan pengawasan bersama TPID, Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak, serta BPOM untuk mencegah penimbunan,” kata Vykka.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, menambahkan, Pemkot juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan mendorong masyarakat menanam cabai dan bawang merah. “Gerakan menanam ini untuk mengurangi ketergantungan konsumsi rumah tangga dari pasar,” ujarnya.

Surabaya saat ini mengandalkan jalur kerja sama antardaerah, baik antar-pemerintah (G to G) maupun antar-pelaku usaha (B to B), untuk mengamankan pasokan. Kerja sama itu melibatkan daerah-daerah penghasil utama di Jawa Timur, termasuk Malang, Bojonegoro, Gresik, Mojokerto, Nganjuk, dan Sidoarjo.

Upaya tersebut diharapkan bukan hanya menahan gejolak harga cabai, tetapi juga memastikan stabilitas harga bahan pokok lain, seperti bawang merah, telur, dan minyak goreng. 

Dengan kombinasi intervensi pasar, pengawasan distribusi, dan gerakan menanam, Pemkot Surabaya berupaya menjaga agar fluktuasi harga tidak merugikan konsumen maupun pedagang.

Berita Terbaru
Jumat, 19 Sep 2025 17:25 WIB

IPC TPK Perkuat Peran Strategis dengan Buka Rute Pelayaran ke Vietnam

IPC TPK mendapat kepercayaan melayani rute internasional seiring meningkatnya perdagangan antarnegara.
Jumat, 19 Sep 2025 14:13 WIB

PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori Jatimbalinus

JATIMKINI.COM, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mengajak jurnalis mengendarai taksi berbahan bakar gas (BBG) menuju SPBG
Jumat, 19 Sep 2025 13:40 WIB

Terminal Petikemas Surabaya Hadirkan Akses Air Bersih bagi Warga Pamekasan

Warga Pamekasan mendapat pasokan air bersih dari PT Terminal Petikemas Surabaya yang menyalurkan bantuan melalui program TJSL.
Jumat, 19 Sep 2025 12:23 WIB

TPK Nilam Catat Rekor Arus Peti Kemas, Naik 13 Persen Hingga Agustus 2025

TPK Nilam, yang dikelola Terminal Teluk Lamong mencatat kinerja cemlang seiring tumbuhnya arus peti kemas selama Januari-Agustus 2025.
Jumat, 19 Sep 2025 11:44 WIB

Pemprov Jatim Sosialisasikan Aplikasi Penilaian Desa Antikorupsi

JATIMKINI.COM, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuktikan komitmennya dalam pencegahan korupsi maupun penilaian antikorupsi hingga jenjang perangkat pemerintah
Jumat, 19 Sep 2025 11:33 WIB

Kreativitas Gen Z Didorong Lawan Hoaks Lewat Gelaran CERDIG Kominfo Jatim

JATIMKINI.COM, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan CERDIG – Cerdas Digital di Koromi Cafe, Kabupaten Gresik, R