JATIMKINI.COM, Peemerintah Kota Surabaya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025. Tahun ini, sebanyak 8.767 penerima tercatat mendapatkan manfaat, terdiri dari buruh pabrik rokok dan keluarga miskin atau rentan miskin.
Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajrihatin, yang mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berharap nilai BLT dari DBHCHT bisa meningkat pada tahun mendatang. Dalam paparannya, Anna menegaskan bahwa pajak cukai rokok diarahkan kembali kepada masyarakat, terutama yang terdampak langsung.
“Pak Wali Kota hari ini berhalangan hadir, tapi beliau menyampaikan rasa kangen kepada ibu-ibu semua. Mudah-mudahan tahun depan kalau bisa nominalnya naik, kita berdoa bersama-sama,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menuturkan program ini menjadi bentuk nyata implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024 serta Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 85 Tahun 2023.
“Melalui regulasi ini, kita ingin memastikan bahwa pemanfaatan DBHCHT benar-benar menyentuh masyarakat paling terdampak. Khususnya buruh pabrik rokok serta keluarga miskin yang belum tersentuh bantuan sosial lain,” kata Mia.
Dari total penerima, 3.729 orang berasal dari kalangan buruh pabrik rokok, baik produksi maupun non-produksi. Sementara 5.038 orang lainnya merupakan keluarga miskin dan rentan.
Masing-masing penerima mendapat Rp1,4 juta, dicairkan dalam dua tahap: Rp600 ribu pada tahap pertama dan Rp800 ribu pada tahap kedua, yang akan disalurkan pada Desember 2025.
Selain BLT, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan peralatan usaha bagi 680 penerima, mulai dari alat laundry, kuliner, tata rias, menjahit, hingga usaha kecil berbasis kuliner rumahan. “Bantuan ini diharapkan membuat masyarakat lebih mandiri secara ekonomi,” tambah Mia.
Mia juga mengapresiasi dukungan perusahaan rokok, khususnya PT HM Sampoerna Tbk, yang kembali menjadi lokasi sentral penyaluran. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan di Kota Pahlawan,” ujarnya.
Ia menekankan agar bantuan dipergunakan sesuai kebutuhan prioritas. “Gunakan BLT untuk kebutuhan pokok. Bagi yang menerima peralatan usaha, jadikan itu sebagai langkah awal membangun usaha mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor : Rochman Arief