x
x

Kisah Inspiratif Dimas Landung Dwi Prakoso: Penjual Dawet yang Berprestasi Dengan IPK 3,84

JATIMKINI.COM, Dimas Landung Dwi Prakoso, pria kelahiran Bantul, 25 Maret 2005, adalah sosok inspiratif yang berhasil meraih prestasi luar biasa meski dibayangi keterbatasan ekonomi. Alumni Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum, Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik (Fishipol), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), ini lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 di Tahun 2025 ini. Namun, perjalanan hidupnya penuh dengan perjuangan dan kerja keras.

Awal yang Berat

Setamat SMP, Landung sempat tidak yakin bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas. Ayahnya telah tiada sejak ia berusia 5,5 tahun, sementara ibunya, Sumiriyati, tidak mampu membiayai sekolahnya. Beruntung, Landung diterima di Pondok Pesantren Darul Fatihah Pundong Bantul, sebuah pondok khusus untuk anak yatim dan duafa yang membiayai pendidikan para santrinya hingga lulus.

“Masuk pondok adalah keputusan besar. Di sana, saya bisa sekolah tanpa memikirkan biaya, bahkan diberi uang saku setiap hari,” ungkap Landung dalam wawancara dengan Jatimkini.com pada hari Senin ( 1/ 9/  2025 )

Berkat usahanya, Landung diterima di SMAN 1 Bambanglipuro Bantul. Di bangku SMA, ia meraih berbagai prestasi, salah satunya juara 1 Inovasi Project Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI pada 2022.

Mimpi Kuliah dan Tantangan Ekonomi

Saat kelas XII, Landung menjadi siswa eligible untuk mendaftar kuliah melalui jalur SNBP. Namun, keluarganya sempat tidak mendukung keputusan itu karena alasan biaya. Dukungan datang dari guru BK dan kepala sekolah, Gami Sukarjo, yang memberikan informasi tentang beasiswa KIP Kuliah (KIPK).

“Bagi saya, pendidikan adalah keharusan. Dukungan sekolah membuat saya mantap untuk mencoba,” kenangnya.

Landung akhirnya diterima di UNY melalui jalur SNBP dan memperoleh beasiswa KIPK, yang menjadi titik awal pencapaiannya di dunia akademik.

Mencari Nafkah Sambil Kuliah

Di pondok pesantren, Landung diajarkan untuk mandiri sejak dini. Saat kuliah, ia mulai berjualan es dawet hitam dengan modal seadanya. “Awalnya saya mencoba jualan di dekat pondok, ternyata responsnya sangat positif,” ujar Landung. Kini, bisnis dawetnya berkembang hingga memiliki lima cabang yang dikelola bersama teman-temannya.

Selain berjualan, Landung juga memelihara tujuh ekor kambing yang dibeli dari hasil kerja sebagai penggembala dan mencari rumput (ngarit). “Kambing ini saya jadikan tabungan jika ada kebutuhan mendesak,” tuturnya.

Prestasi Akademik dan Kegiatan Sosial

Meski sibuk bekerja, Landung tetap fokus pada pendidikan. Dengan IPK 3,84, ia menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di Fishipol UNY. Selain itu, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi mahasiswa dan kerap menjadi narasumber di acara mentoring anak muda.

“Pondok mengajarkan saya untuk disiplin dan mandiri. Semua ini menjadi bekal dalam menjalani kuliah dan aktivitas lainnya,” katanya.

Landung berpesan kepada generasi muda untuk tidak menyerah meski menghadapi keterbatasan. “Cita-cita akan terwujud jika kita pantang menyerah. Semua butuh proses, tidak apa bersakit-sakit dahulu,” tegasnya.

Ia juga berterima kasih kepada UNY atas dukungan beasiswa KIPK yang membantunya mewujudkan impian. “Harapan saya, semoga saya bisa menjadi pribadi yang bermanfaat, selalu bersyukur, dan mencapai cita-cita di masa depan,” tutupnya.

Kisah Landung menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, ia berhasil menciptakan peluang dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Berita Terbaru
Senin, 01 Sep 2025 18:11 WIB

Kampung Literasi Keuangan, Gerakan Warga Surabaya Menjadi Investor Saham

BEI bersama OJK Jawa Timur menghadirkan Kampung Literasi Keuangan di sebuah kampung di Surabaya untuk menciptakan inklusi keuangan.
Senin, 01 Sep 2025 16:56 WIB

Maaf HUT ke 77 Polwan 1 September 2025 Senyap

MAAF, kendati hari ini, Senin, 1 September 2025, Polwan (Polisi Wanita) Indonesia, berusia 77 tahun, ternyata "sepi dan senyap"
Senin, 01 Sep 2025 14:43 WIB

Lukisan Bunga Jadi Bahasa Kehidupan Juni Soekendar

JATIMKINI.COM, “Nyaris” menjadi judul yang tepat bagi pameran tunggal pertama Juni Soekendar di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya
Senin, 01 Sep 2025 14:27 WIB

NU Bersama Tokoh Lintas Agama Komitmen Ciptakan Surabaya Aman.

JATIMKINI.COM, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya bersama Tokoh lintas agama menggelar pernyataan sikap terkait politik yang terjadi saat ini
Minggu, 31 Agu 2025 19:30 WIB

Prabowo Tegaskan: Aspirasi Rakyat Didengar, Anarkis Tak Ditoleransi

JATIMKINI.COM, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan,  pemerintah akan selalu mendengar dan menindaklanjuti aspirasi rakyat
Minggu, 31 Agu 2025 18:59 WIB

SMP Negeri 2 Sumberpucung Borong 18 Medali Kejuaraan Nasional Pencak Silat Kanjuruhan Fighter Competition 2 Tahun 2025

JATIMKINI.COM, Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMP Negeri 2 Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam ajang Kanjuruhan Fighter