JATIMKINI.COM, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan (NTE KTH) Jawa Timur yang kembali menorehkan prestasi tertinggi secara Nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menghadiri rangkaian acara Sinergi Rimbawan Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem dan Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat Kehutanan Jawa Timur di Wisata Bukit Kayoe Putih, Kabupaten Mojokerto, Selasa (22/7/2025).
Khofifah mengungkapkan, pada 10 Desember 2024 lalu, Jawa Timur memperoleh penghargaan dari Kementerian Kehutanan atas pencapaian NTE KTH sebesar Rp619,9 miliar atau 47,57ri NTE Nasional. Lebih mengesankan, pada periode Januari hingga 21 Juli 2025, NTE KTH Jatim terus meningkat mencapai Rp777 miliar, menyumbang 43,85ri total nasional.
“Prestasi ini dinilai sebagai hasil nyata dari upaya hilirisasi dan inovasi masyarakat dalam pengelolaan perhutanan secara berkelanjutan,” ujarnya dikutip dalam rilis, Rabu (23/7/2025).
Adapun sebagai bentuk apresiasi segala upaya yang berbuah prestasi, Gubernur Khofifah memberikan penghargaan kepada 46 penerima dalam 5 kategori. Kategori pertama merupakan Dukungan Kegiatan Pemulihan Ekosistem Darat dengan penerima dari Pemkab Mojokerto, Pemkab Jombang, Pemkab Magetan, Pemkab Pasuruan, dan Pemkab Ponorogo.
Sementara kategori kedua, Dukungan Pemerintah Kab/kota Dalam Percepatan Pelaksanaan Perhutanan Sosial. Di mana, penerimanya antara lain Pemkab Blitar, Pemkab Jember, Pemkab Trenggalek, Pemkab Probolinggo, dan Pemkab Lumajang.
Kategori ketiga, Kelompok Tani Hutan (KTH) Dengan Percepatan Nilai Transaksi Ekonomi Tertinggi dengan 5 KTH sebagai penerima. Penghargaan kategori keempay Fasilitasi Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari diterima oleh PT Semeru Makmur Kayunusa, PT Kayu Multiguna Indonesia, dan PT Anugerah Rimba Raya.
Selanjutnya, penghargaan kategori kelima, Lomba Warna Lestari Tingkat Provinsi Tahun 2025 diberikan kepada masing-masing 3 juara Penyuluh Kehutanan PNS, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, KTH, Kelompok Pemegang persetujuan pengelola hutan kemasyarakatan, kelompok pecinta alam, kader konservasi alam, serta Polisi Kehutanan.
Pada kesempatan yang sama, juga diluncurkan inisiasi An-Nahl Science Techno Park dan Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan Rakyat (SIPUHH-R). An-Nahl Science Techno Park ini nantinya akan fokus pada budidaya lebah madu ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi banyak masyarakat. Inisiasi merupakan wujud inovasi dan kreativitas yang dilakukan unthk kemajuan ekonomi.
"Jadi animo masyarakat luar negeri terhadap pariwisata Jatim, khususnya Bromo, luar biasa. Marketnya sangat besar, maka bersama kita harus menyiapkan format. Bagaimana memberikan layanan terbaik bagi wisatawan-wisatawan asing dan kemudian kita menambahkan fasilitas sendiri," jelas Khofifah.
Dalam agenda itu, dilakukan pula aksi simbolik penanaman pohon dalam rangka Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Khofifah juga menyerahkan Alat Ekonomi Produktif (AEP) kepada beberapa KTH dan melepas secara simbolis ekspor komoditas kehutanan senilai Rp5,04 miliar ke Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, dan Malaysia.
"Apa yang kita tanam akan jadi sedekah oksigen kita. Satu pohon tertentun bisa saja berumur 200 tahun, bahkan cemara udang bisa 500 tahun umurnya padahal umur kita tidak sampai segitu. Maka semakin banyak kita tanam pohon di bumi ini, semakin banyak sedekah kita oksigen," imbuhnya.
Editor : Peni Widarti