JATIMKINI.COM, Sebuah ruangan eksklusif di Maisonette, The St. Regis Jakarta, pda Sabtu (19/7/2025) menjadi saksi dari sebuah perubahan simbolik dalam dunia mode pria. Bukan soal jas, sepatu, atau jam tangan. Hari itu, giliran perhiasan pria yang tampil sebagai pusat perhatian.
Adalah Mondial, brand perhiasan mewah yang berdiri sejak 1979, menjadi penggerak momentum. Dalam tajuk “Men’s Jewelry Private Viewing”, Mondial memperkenalkan koleksi terbaru mereka.
Sebut saja bros bertabur berlian, liontin berpotongan tegas, hingga cincin maskulin yang memadukan batu mulia seperti ruby, sapphire, dan emerald. Semua tersaji bukan sekadar aksesori—melainkan pernyataan gaya, sekaligus perpanjangan dari karakter seorang pria.
Di tengah industri perhiasan yang masih banyak diasosiasikan dengan perempuan, langkah Mondial ini terasa radikal, bahkan filosofis. Di balik kilau logam dan batu mulia, ada narasi baru tentang maskulinitas.
“Men’s jewelry memiliki daya tarik yang berbeda,” kata Nicholas Saputra, aktor dan brand ambassador Mondial yang juga menjabat sebagai Creative Director untuk lini Mondial Precious. “Ketika pria memakai perhiasan, ia membawa cerita tentang perjalanan hidup yang penuh makna,” imbuhnya.
Menariknya, pilihan Mondial tak berhenti pada desain dan bentuk. Mereka juga mengangkat kembali batu-batu mulia yang selama ini dianggap klasik: ruby, sapphire, dan emerald—yang disebut sebagai precious stones.
Tentu itu bukan pemanis. Batu-batu ini dikurasi dan dipilih sebagai simbol keberanian, kekayaan batin, dan pencapaian pribadi.
Di acara ini, publik mendapat suguhan perhiasan sekaligus perbincangan. Lewat sesi “Precious Talks” bersama General Manager Mondial, Leslie Christian Saputra, para undangan diajak menyelami makna dan keunikan tiap batu. “Kami ingin menghadirkan pengalaman perhiasan yang tak hanya estetis, tapi juga edukatif dan personal,” kata Leslie.

Leslie menegaskan posisi Mondial bukan sekadar penjual perhiasan mewah, melainkan House of Brands—sebuah platform yang terus bereksplorasi dengan craftmanship, desain, dan nilai-nilai yang melekat pada setiap koleksi.
Di balik gemerlapnya presentasi, Mondial juga menyentuh aspek lain yang sering luput: etika produksi. Setiap berlian yang digunakan dipastikan berasal dari tambang yang bebas konflik, dengan quality control ketat melalui CMK Lab—unit kontrol mutu di bawah Central Mega Kencana, perusahaan induk Mondial. Hal ini menegaskan bahwa dalam mengejar kemewahan, Mondial tidak mengorbankan prinsip.
Pilihan pada fancy color, fancy shape, dan konstruksi yang tidak lazim juga menjadi penanda bahwa Mondial bermain di wilayah desain yang tidak standar. “Kami selalu berupaya menghadirkan desain yang unik dan kualitas tak tertandingi,” ujar Leslie. Dari koleksi Mondial Precious hingga Mondial Fantasy, setiap produk adalah hasil dari proses kurasi dan inovasi berkelanjutan.
Di tengah pasar yang makin cair dan identitas yang makin kompleks, pilihan pria untuk memakai perhiasan bukan soal kemewahan. Itu mewakili gaya yang membawa pesan, cerita, dan kesadaran. Dalam konteks itu, Mondial hadir bukan hanya sebagai jenama perhiasan, tetapi sebagai narator dari pergeseran nilai dalam dunia mode.
Tidak heran jika acara yang intim ini—dihadiri pelanggan VIP, media, dan Nicholas Saputra—yang tak sekadar menjadi ajang pamer koleksi. Ia juga menjadi forum budaya kecil yang mengafirmasi bahwa kemewahan kini lebih dari sekadar harga; ia adalah makna, warisan, dan pernyataan.
Editor : Rochman Arief