x
x

PHRI Kota Malang Sikapi Aturan Bukber

Pengusaha hotel dan resto di Kota Malang, Jawa Timur, bisa memaklumi larangan buka puasa bersama dengan tidak menawarkan paket pada instansi pemerintah maupun BUMN. Di sisi lain, Pemkot Malang pun bisa menerima hal itu sehingga belanja makanan dan minuman dari UMKM dengan tidak berlebihan.

"Kami menyikapinya dengan tidak menawarkan ke instansi pemerintah. Tapi kalau pribadi dan keluarga (aparatur sipil negara) hadir (di hotel dan resto), kita sangat berterima kasih," tegas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki, Senin (27/3).

Agoes menyatakan pengelola jasa perhotelan menyadari saat ini pemerintah sedang melakukan penanganan covid-19 yang memasuki masa transisi ke endemi. Karena itu diperlukan kesadaran bersama dan kehati-hatian.

Para pengelola hotel dan resto di Kota Malang berpatokan pada Surat Edaran Wali Kota Malang No. 4 Tahun 2023. Dalam surat edaran itu tidak memuat larangan buka bersama bagi ASN. Salah satunya mengatur restoran, kafe dan warung yang buka siang hari agar menutup dengan tirai sehingga tidak terlihat masyarakat umum.

Sejauh ini, anggota PHRI Kota Malang sebanyak 81 hotel dan 13 resto tetap menjual paket bukber kecuali instansi pemerintah dan BUMN.

"Buka puasa bersama tetap jalan meskipun geliatnya belum ramai. Biasanya seminggu pertama puasa bersama keluarga di rumah. Pekan kedua baru bukber di luar," kata Agoes yang juga salah satu manajer the Shalimar Boutique Hotel.

Kondisi itulah yang membuat hotel dan resto masih terlihat sepi. Selain bukber, target hunian di the Shalimar Boutique Hotel pun baru tercapai 20%. Bagi pengusaha hotel, kunjungan mulai ramai saat pekan kedua Ramadan sampai Lebaran.

"Pemerintah yang memajukan libur cuti bersama mulai tanggal 19-25 April memberikan peluang bagi dunia perhotelan. Biasanya, warga Lebaran di hotel karena rumah tidak cukup menampung banyaknya anggota keluarga," tuturnya.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan persoalan larangan buka puasa bersama sebaiknya jangan ditarik ke persoalan agama. Keputusan pemerintah ini sebenarnya negara ingin memberikan pengingat agar masyarakat hidup sederhana sembari tetap menjaga diri dari covid-19.

Kendati pada akhirnya keputusan itu menimbulkan pro dan kontra, sebab rapat pemerintahan biasanya sampai sore lalu disambung berbuka puasa. Namun, Pemkot Malang akan meniadakan hal itu sehingga mengurangi makan yang sifatnya berlebihan.

"Nanti kami meniadakan yang sifatnya makan berlebihan. Cukup dengan UMKM yang ada karena sesungguhnya kita harus sama-sama prihatin. Ekonomi kita juga baru naik," ujar Sutiaji.

Berita Terbaru
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.