Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, membenahi lalu lintas di pusat kota untuk kenyamanan pemudik. Kampung tematik pun disiapkan guna menyambut wisatawan, termasuk membenahi infrastruktur.
"Tindak lanjut monitoring dan evaluasi penerapan rekayasa lalu lintas dengan memasang rambu dan marka," tegas Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang R Widjaja Saleh Putra, Senin (27/3).
Widjaja menjelaskan rekayasa menjadi bagian penting penataan lalu lintas. Tujuannya untuk mengurai kemacetan sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman.
"Rambu dan marka jalan ditargetkan sudah terpasang sebelum Lebaran," katanya.
Rambu penunjuk arah dan larangan termasuk marka itu akan dipasang di kawasan Kayutangan dan sekitarnya. Dengan arus lalu lintas yang teratur akan mengurai kemacetan. Alhasil pemudik dan wisatawan lebih nyaman ketika memasuki Kota Malang.
Widjaja mengungkapkan tahun ini tidak membuka layanan mudik gratis seperti tahun-tahun sebelumnya. Layanan itu akan diikutkan mudik gratis Pemprov Jatim yang pendaftarannya melalui aplikasi.
Genjot Pelayanan
Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan sudah berkoordinasi dengan pokdarwis guna menyiapkan 23 kampung tematik yang lebih nyaman, aman, bersih dan ramah.
Hal itu guna menyambut pemudik dan wisatawan lantaran Kota Malang menjadi destinasi pariwisata unggulan tujuan utama wisata. Saat ini, Kayutangan heritage dan kampung tematik kian populer yang dipastikan jadi objek favorit.
"Kami juga meningkatkan sumber daya manusia pelaku jasa wisata. Mereka tersertifikasi, sekarang sudah ada 14 kampung tematik yang mengantongi sertifikat," ucapnya.
Adapun program pariwisata tahun 2023 terus meningkatkan usaha wisata dan UMKM sejalan dengan kuliner dan ekraf guna menumbuhkan perekonomian. Kunjungan wisata akan terus digenjot setidaknya seperti sebelum pandemi tahun 2019 mencapai 5.170.523 wisatawan domestik dan 16.286 wisatawan mancanegara. Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara pada 2022 sebanyak 8.455 orang dan wisatawan domestik 2.749.783 orang.
Semua itu tentu sejalan dengan peningkatan infrastruktur. Saat ini, Pemkot Malang mengebut perbaikan jalan dan menanggulangi banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang Dandung Djulharjanto berkomitmen memberikan layanan kepada masyarakat dan kenyamanan melalui perbaikan jalan. Menurut catatan BPS, jalan negara di Kota Malang sepanjang 16,63 km, jalan provinsi 13,32 km, jalan kota 1.221,29 km. Dari jalan itu, sepanjang 1.172,35 km dalam keadaan baik, 61,51 km sedang, 1,56 km rusak dan 15,82 km rusak berat.
Pihaknya juga getol memperbaiki dan normalisasi drainase untuk mencegah banjir di sejumlah lokasi. Petugas gerakan antisampah dan sedimentasi terus bekerja membersihkan sampah yang menyumbat saluran air dan sungai.
Editor : Redaksi