JATIMKINI.COM, Di tengah tantangan ekonomi dunia yang meningkat diperlukan strategi jitu untuk menjaga stabilitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan media briefing pada Kamis (14/5/2025), Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur, Ibrahim mengatakan saat ini peranan IndiGeneous Economic Growth sangat penting dan krusial guna menangkap sumber pertumbuhan baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Selain itu, perdagangan antar daerah juga menjadi penting karena dampaknya bukan hanya bagi Jatim tetapi juga bagi daerah-daerah lain, termasuk mengoptimalkan peluang ekspor dengan mengembangkan mitra baru maupun mempertahankan mitra lama, sebab ketidakpastian global ini, semua bisa terkena,” jelasnya.
Menurutnya, Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara memiliki banyak potensi unggulan dari berbagai sektor salah satunya pertanian yang diharapkan bisa diperdagangankan ke deaerah lain maupun ekspor.
Ibrahim memaparkan, ketidakpastian global telah menyebabkan ekonomi dunia melemah. Tercatat, pertumbuhan ekonomi dunia telah melambat dari 3,2% pada 2024 dan diperkirakan turun menjadi 2,9% di 2025.
Namun beruntung, lanjutnya, ekonomi Indonesia masih disebut cukup kuat dan di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Di Jatim sendiri tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5% (Yoy) pada kuartal I/2025 atau lebih tinggi dari ekonomi nasional 4,87% (Yoy).
“Ekonomi dunia memberikan kita peringatan, untuk itu penting sekali ada sinergi dan kolaborasi seperti dari pemerintah, BI, OJK, hingga LPS,” imbuhnya.
Adapun perekonomian Jatim yang masih terjaga baik itu ditopang oleh perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga maupun pemerintah seiring dengan kenaikan permintaan Imlek, Ramadan dan Idulfitri. Selain itu net ekspor terpantau meningkat.
Secara sektoral, kuatnya ekonomi Jatim didorong oleh peningkatan kerja sektor pertanian seiring dengan panen raya padi dan peningkatan produksi holtikultura (cabai rawit) serta peningkatan kinerja sektor akomodasi, makan dan minum seiring kenaikan. Kuatnya pertumbuhan ekonomi Jatim I/2025juga didukung oleh terkendalinya inflasi sebesar 1,35% (yoy), meski lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 0,77% (yoy).
Ia mengatakan, BI sendiri telah menyiapkan kebijakan BI Rate tetap di 5,75%, suku bunga deposit facility (DF) juga tetap 5%, dan suku bunga lending (LF) tetap 6,5%.
BI juga berusaha menjaga market melalui pengaturan manajemen dan portofolio yang lebih market friendly sehingga modal asing yang masuk ke Indonesia masih terasa nyaman, termasuk menjaga agar nilai tukar rupiah tetap stabil.
“Kami juga ingin meyakinkan bahwa likuiditas perbankan masih kuat baik dari sisi suplai maupun demannya. Kita juga meyakinkan bahwa QRIS tetap berjalan, karena sistem payment ini diharapkan ada transaksi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Ibrahim menambahkan, kuatnya perekonomian Jatim di kuartal pertama dan terjaganya stabilitas sistem keuangan diyakini akan berlanjut di kuartal II. Dengan memperhatikan peluang yang ada, prospek ekonomi Jatim diperkirakan akan terus membaik dengan inflasi yang tertap terkendali di rentang 2,5% -+ 1%.
Kepala Kantor OJK Jatim, Yunita Linda Sari mengatakan kinerja perbankan di Jatim pada kuartal I/2025 pun tumbuh positif. Tercatat penyaluran kredit perbankan mencapai Rp609 triliun naik 6,37% (Yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp793 triliun tumbuh 2,94% (Yoy). Stabilitas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL 3,29n CAR yang kuat 30,43%.
“Solidnya kinerja perbankan di kuartal I ini sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, industri keuangan non-bank, dana pensiun dan perusahaan pembiayaan,” ucapnya.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jatim, Dudung Rudi Hendratna menambahkan, hingga Maret 2025 belanja APBN di Jatim tumbuh kuat ditopang oleh Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 23,4%.
“Kuatnya kinerja belanja ini sejalan dengan realisasi pendapatan pajak kepabeanan dan cukai serta PNBP yang tetap sesuai target,” imbuhnya.
Editor : Redaksi