Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meraih kinerja terbaik nasional selama tiga tahun berturut-turut (2019-2021) meski sektor pendidikan paling terdampak pada masa pandemi Covid-19. Prestasi membanggakan ini wujud pelayanan pendidikan dengan kualitas terbaik untuk masyarakat Jawa Timur."Kita patut bersyukur karena ikhtiar yang kita lakukan untuk memberikan pelayanan pendidikan dan kualitas yang terbaik bagi masyarakat Jawa Timur, menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Apalagi pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak selama masa pandemi Covid-19 seperti saat ini," tegas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (14/2).
Prestasi ini berkat dukungan, kolaborasi dan sinergi semua pihak termasuk para insan pendidikan. Mereka mengabdikan diri guna meningkatkan mutu pendidikan dan keahlian siswa.Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr. Ir. Wahid Wahyudi MT menambahkan, indeks kinerja urusan pendidikan Jawa Timur tertinggi di Indonesia dengan nilai 4,2308 poin. Hal itu sesuai evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada 6 Oktober 2021.
Prestasi ini tentu diperkuat dengan statistik peningkatan kualitas pendidikan Jatim, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat sejak 2019 sebesar 71,50 menjadi 71,71 (naik 0,21) pada 2020. Pada 2021 naik 0,43 menjadi 72,14.Sesuai data BPS Jatim, harapan lama sekolah 2020 naik 0,03 tahun menjadi 13,19 tahun dari 2019 selama 13,16 tahun. Selanjutnya naik lagi 0,17 tahun pada 2021 menjadi 13,36 tahun. Rata-rata lama sekolah pun naik 0,19 pada 2020, yaitu 7,78 tahun dari semula 7,59 tahun pada 2019, sedangkan pada 2021 naik 0,10 menjadi 7,88 tahun."Dengan prestasi ini, siswa di Jatim yang masuk perguruan tinggi negeri terbesar nasional," tegasnya.Wahid mengungkapkan siswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tertinggi nasional dan jumlahnya terus meningkat saban tahun. Pada 2019 sebanyak 13.737 siswa, 13.803 siswa pada 2020 dan 16.998 siswa pada 2021. Prestasi itu mengungguli Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatra Utara.Demikian pula siswa yang masuk melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 2021 mencapai 25.232 siswa di atas Jabar dan Jateng. Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah di Jatim terbanyak mencapai 31.568 ketimbang Jateng hanya 28.186 siswa dan Jabar 22.256 siswa.Di sisi lain, lanjutnya, lulusan yang tidak kuliah langsung kerja. Sebab, Program SMA Double Track menjadi solusi dalam menyiapkan tenaga kerja terampil. Sejak program itu diluncurkan pada 2018, sebanyak 116.772 (67,84%) lulusan SMA di Jatim terserap dunia kerja dan berwirausaha. Pendidikan berkualitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi pun terus digenjot menghadapi era digital sekaligus menjadikan Jatim pusat ekonomi kreatif. Sesuai data Pusdatin Kemendikbud, Prov Jatim memiliki peserta didik TIK terbanyak mencapai 14.309 orang ketimbang Jabar hanya 12.024 orang dan DKI Jakarta 9.510 orang.Bahkan, lulusan SMAN Taruna Jatim di Malang, Madiun, Banyuwangi, Kediri dan Pasuruan, 88%-92% diterima di perguruan tinggi negeri, kedinasan, TNI dan Polri. Kebanyakan melanjutkan di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).Torehan prestasi masih ditambah dengan memenangi kompetisi sains nasional yang diselnggarakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi pada 2020 mengoleksi 70 medali mengungguli DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Banten.
Prestasi membanggakan kembali diraih pada 2021 mengantongi 83 medali. Prestasi nasional itu ditambah prestasi internasional. Para guru pun meraih prestasi, sebanyak 81 guru berprestasi nasional dan seorang berprestasi internasional pada 2020. Sepanjang 2021, 23 guru berprestasi nasonal dan 5 guru berprestasi internasional. Sampai kini, para guru dan tenaga kependidikan terus meningkatkan kreativitas dan inovasi untuk menyiapkan era society 5.0 dalam GTK creative camp (GCC) 2020-2021."Meski berbagai pretasi telah diraih, pelayanan pendidikan berkualitas terus ditingkatkan," tuturnya.
Dalam hal ini, program vokasi istimewa fokus pada anak berkebutuhan khusus. Para penyandang disabilitas yang lulus pendidikan keterampilan disalurkan bekerja di perusahaan. Kini, semakin banyak difabel yang bekerja dan mandiri.Selain itu, Dinas Pendidikan Jatim juga meluaskan project based learning melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar SMA, SMK, SLB. Program bakti itu berupa pelatihan keterampilan lengkap dengan pemberian sertifikat. Dinas Pendidikan juga menerapkan fasilitas pembelajaran jarak jauh (Fajar Jauh SMK) mencetak tenaga profesional dan terserap dunia kerja sesuai kompetensi atau keahlian.Kualitas pendidikan terus meningkat dari hasil belajar berbasis telepon pintar dan komputer untuk pemetaan kualitas pendidikan (pengganti UN) per mata pelajaran dan tidak menjadi dasar kelulusan.
Program go-book Jatim Cerdas yang diluncurkan tahun 2020 saat pandemi covid-19 meningkatkan kompetensi, kreativitas dan inovasi pembelajaran. Para guru anggota komunitas MGMP/KKG menerima manfaat dari model dan strategi pembelajaran yang tepat sesuai aplikasi pembelajaran daring. Program ini sangat diminati para guru. Itu sebabnya peserta workshop dari Jatim terbanyak di Indonesia. Lebih dari 5.000 peserta aktif melalui virtual coordinatir training (VCT).
Editor : Redaksi