Harga cabai yang melonjak drastis tak membuat produk sambal kemasan milik UMKM di Kota Malang, Jawa Timur, menjadi merosot. Justru, dagangan mereka laris. Animo pembeli pun meningkat. Konsumen memborong produk sambal itu guna persiapan Ramadan.
Rahayu, pengunjung dari Singosari, Kabupaten Malang, menyatakan berlangganan sambal untuk keluarga. "Saya membeli sambal beberapa botol guna persiapan puasa Ramadan," kata Rahayu di stan Malang City Expo 2023, Minggu (12/3).
Bagi pelaku UMKM, Ramadan memberikan berkah. Rezeki mengalir karena produk mereka dibeli konsumen.
"Sambal kemasan diminati konsumen terutama menjelang Ramadan. Bahkan, biasanya, permintaan meningkat sampai Lebaran," tegas Diah Retno, pelaku UMKM tergabung dalam Mitra Sehat Lestari.
Dian merupakan pemilik usaha jamu instan dan minuman merek Dijamonie. Ia bersama kelompoknya juga berjualan berbagai produk keripik, sambal pecel dan sambal kemasan.
"Paling laris selama pameran tiga hari ini produk jamu, sambal dan aksesori," imbuhnya.
Khusus produk sambal kemasan, konsumen demen lantaran harga lombok sedang melonjak. Harga eceran komoditas penyumbang inflasi itu Rp80 ribu per kg. Adapun harga grosir cabai rawit di Subterminal Agrobisnis Mantung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dijual Rp63.000 per kg. Harga grosir cabai merah Rp18.000 per kg dan cabai hijau Rp30.000 per kg.
Kendati harga cabai sedang melejit, UMKM sambal kemasan mampu bertahan. Bahkan, dagangan mereka laris diserbu pembeli.
"Sambal kemasan dijual Rp25 ribu. Pembeli meningkat, dan kami tidak terpengaruh dengan mahalnya harga cabai karena masih memiliki stok," ujarnya.
Ia menjual produk sambal kemasan dalam 23 varian rasa dan bahan, di antaranya rasa bawang merah, lombok ijo, balado dan jengkol. Sejumlah rasa membukukan penjualan terbaik.
"Best seller itu sambal bawang, tuna asap, dan cumi asap," ungkapnya.
Sejauh ini, UMKM produk sambal memproduksi 3.000 kemasan per bulan dari total produksi mencapai 6.000 kemasan per bulan.
Pemasarannya di toko oleh-oleh dan pesanan lewat daring. Ia selain melayani konsumen di Malang dan Surabaya juga memenuhi permintaan di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta.
"Selama pameran Malang City Expo 2023, rata-rata pemasukan Rp2 juta per hari. Pengunjung selain membeli sambal juga belanja jamu," tuturnya.
Produk jamu yang ia jual itu kunir asem, beras kencur dan rosela sebanyak 30 liter per hari. Harga jamu dipatok Rp5.000-Rp6.000 per botol. Penghasilan dalam sebulan Rp6 juta-Rp8 juta. Selama ini, pemasaran berbasis digital melalui pasar daring. Pesanan rutin di Blitar, Tulungagung dan Jakarta. Jamu dan sambal sesuai pesanan dikirim lewat travel, kereta api dan Paxel.
Wali Kota Malang Sutiajimenekankan ketatnya persaingan di era globalisasi. Dalam dunia usaha, selera konsumen cepat berubah sejalan dengan perkembangan zaman. Karena itu menuntut para pelaku ekonomi bekerja lebih keras dalam menghadapi persaingan. Mereka juga harus lebih jeli dalam melihat dan memanfaatkan peluang usaha dan pasar.
"Perluasan jaringan usaha mutlak dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi," ucapnya.
Menurut Sutiaji, keberhasilan para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya akan memberikan dampak positif yang besar terhadap perekonomian masyarakat.
Editor : Redaksi