x
x

Desa. Alam Romantis Penuh Tantangan

Desa sering kali dianggap sebagai tempat ideal untuk menghabiskan hari tua. Pemandangan asri, udara segar dan suasana tenang menjadi daya tarik bagi banyak orang, terutama mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota. Kisah Peni dan suaminya, Edi Suharto, yang memilih tinggal di tengah hutan Banjarnegara sejak 2006, sepertinya  mewakili gambaran ini.

Pasangan lansia ini menempati rumah kayu sederhana di area hutan lindung. Meski awalnya penuh tantangan, akses sulit, suasana sepi dan adaptasi dengan lingkungan baru, lama-kelamaan mereka menemukan kebahagiaan.

“Awalnya meneteskan air mata karena kesepian, tapi lama-lama justru bahagia,” kata Peni, mantan PNS yang kini menikmati kehidupan sebagai petani.

Peni dan suaminya mengelola perkebunan, kolam ikan, dan budidaya lebah madu untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Kesederhanaan dan kedekatan dengan alam membuat mereka lebih introspeksi, lebih dekat dengan Tuhan dan jauh dari godaan duniawi.

Namun, apakah kehidupan seperti ini benar-benar semanis perkiraan? Realita kehidupan desa tidak semudah yang dibayangkan.

Banyak orang yang bermimpi pindah ke desa setelah pensiun namun lupa pada satu hal penting bahwa, kehidupan di desa tidak hanya soal pemandangan indah. Ada tantangan besar yang harus dihadapi terutama bagi mereka yang tidak memiliki sumber pendapatan tetap atau pengalaman hidup di desa sebelumnya.

Saya sendiri pernah menjalani “ruralisasi,” pindah ke desa dengan semangat besar namun tanpa persiapan matang. Berangkat dari nol, saya harus belajar memahami siklus alam, budaya lokal serta potensi ekonomi desa. Tahun pertama adalah masa penuh ujian. Usaha gagal, salah investasi, dan keterbatasan dana menjadi pelajaran mahal. Tidak semua orang berhasil bertahan dan saya pun harus menerima kekalahan dengan lapang dada.

PERBEDAAN KRUSIAL

Bagi pensiunan dengan dana pensiun yang stabil, hidup di desa bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Sebagian kebutuhan kecil seperti sayuran atau buah-buahan dapat dipenuhi dari hasil kebun sendiri. Namun, kebutuhan lainnya seperti sabun, minyak, dan bahan pokok tetap harus dibeli di pasar dengan harga yang setara dengan kota.

Di sisi lain, bagi orang awam yang tidak memiliki sumber pendapatan tetap, kehidupan desa menjadi tantangan berat. Tanpa aset atau tabungan yang cukup, bertahan hidup di desa bisa terasa lebih sulit dibandingkan di kota.

Kehidupan di desa memang menawarkan ketenangan tetapi juga membutuhkan persiapan yang matang, baik dari segi finansial maupun mental. Sekali lagi, berdasarkan pengalaman empirik,  jika anda bermimpi pindah ke desa, pertama lakukan riset mendalam.  Pahami siklus musim, potensi ekonomi, dan budaya lokal.

Kedua, memiliki dana cadangan. Pastikan ada sumber pendapatan tetap atau tabungan yang cukup. Ketiga,  persiapkan fisik dan mental. Kehidupan desa membutuhkan stamina dan kesabaran ekstra. Selanjutnya melakukan eksplorasi potensi lokal.  Pelajari cara memanfaatkan sumber daya di sekitar untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.

Desa memang romantis.  Tapi bagi yang hanya mengandalkan fantasi tanpa perencanaan matang, realitanya akan bisa jauh berbeda. Tulisan ini untuk  mengingatkan agar setiap keputusan besar, termasuk pindah ke desa, ditimbang secara cermat. Karena sejatinya desa adalah tempat yang tidak sekadar indah namun penuh dengan tantangan.

Penulis : Rokimdakas
Wartawan & Penulis

Kanal Kolom adalah halaman khusus layanan bagi masyarakat untuk menulis berita lepas.

Redaksi Jatimkini.com tidak bertanggungjawab atas tulisan tersebut

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur