Petani menikmati hasil panen cabai lantaran komoditas penyumbang inflasi itu melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir.
"Saya menjual cabai merah hasil panen ini Rp20 ribu per kg," tegas Mustamar, petani dari Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (7/3).
Mustamar memanen cabai di lahan yang ia sewa seluas 2.500 meter persegi di Dusun Gentong, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari.
Sekali petik sekitar 2 kuintal untuk selanjutnya dijual di pasar Lawang. Panen tiga kali petik, lanjutnya, meraup pendapatan Rp9,9 juta.
Mustamar mengatakan panen itu belum berakhir. Pasalnya cabai akan dipetik bertahap sampai mendekati Ramadan dengan harapan untung sekaligus bisa menutup biaya tanam sampai pascapanen Rp30 juta.
Saat ini, harga cabai di Malang melonjak tak terbendung. Pantauan harga grosir di Subterminal Agrobisnis Mantung, Pujon, Kabupaten Malang, cabai rawit semula Rp43 ribu per kg menjadi Rp66 ribu per kg.
Penaikan harga itu begitu cepat, bisa dalam hitungan jam, mencapai Rp23 ribu per kg dalam sehari. Sampai konsumen akhir, harga cabai rawit bisa mencapai Rp80 ribu per kg.
Demikian juga harga grosir cabai merah semula Rp13.000 per kg menjadi Rp25.000 per kg. Harga cabai yang melonjak drastis itu karena panen kurang optimal akibat hujan dan hama.
Rendra, petani cabai di Karangbesuki, Kota Malang, mengungkapkan memiliki 5 ha lahan ditanami cabai, terong dan buah jeruk.
"Panen cabai hanya menghasilkan 6 ton. Cabai rawit saya jual Rp50 ribu per kg. Hujan setiap hari membuat cabai banyak yang busuk dan rontok," ujarnya.
Editor : Redaksi