x
x

Efek Subuh Berjamaah Berkah bagi Warga

Selasa, 07 Mar 2023 07:17 WIB

JatimKini

Ustaz Sutiaji memulai rutinitas menyapa masyarakat saat fajar untuk memberdayakan warga. Wali Kota Malang itu ingin menguatkan kehidupan beribadah yang baik melalui gerakan subuh berjamaah.

"Gerakan ini bernilai ibadah dan amanah," tegas Wali Kota Malang Sutiaji, Sabtu (4/3).

Salat subuh itu bersama perangkat daerah, camat, lurah dan masyarakat. Selanjutnya, ia berdialog dengan warga untuk membangun kesetaraan dan memperkuat silaturahmi. Termasuk memberikan solusi atas berbagai persoalan.

Ustaz Sutiaji menyatakan masjid untuk ibadah dan pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dengan kualitas ibadah yang membaik akan berimbas pada umat yang mandiri, tangguh dan berkelanjutan. Spirit itu sesuai tema HUT ke-109 Kota Malang.

"Saya senang dan bahagia, pengelola tempat ibadah sudah menempatkan dan menjadikan rumah ibadah juga sebagai tempat pemberdayaan umat," katanya.

Karena itu, ia menerapkan kebijakan tempat ibadah yang asetnya dikuasai Pemkot Malang akan diserahkan melalui mekanisme hibah. Tujuannya agar pengelola tempat ibadah bisa segera bertumbuh kembang. Hal itu ia ungkapkan setelah adanya permohonan.

Ketua Yayasan Masjid Al Amin Tri Agus Joko Kuncoro pun berterima kasih karena Pemkot Malang menerima pengajuan pengelolaan lahan untuk masjid Al Amin di Jalan Danau Sentani Utara RW 12 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.

Hadirkan solusi

Saat berdialog dengan jemaah masjid, Ustaz Sutiaji menerima berbagai masukan. Haris, Takmir Masjid Al-Falah Gadang, Kecamatan Sukun, menyampaikan jerat renternir cukup memberatkan meski sudah ada Program M to M alias Muzaki to Mustahik.

Program itu gerakan cinta berzakat sekaligus menyalurkan secara tepat guna kepada penerima zakat atau mustahik. Tapi, warga masih banyak yang terjerat hutang pada bank plecit.

Merespons persoalan itu, Ustaz Sutiaji memberikan solusi dengan membangun ketangguhan ekonomi. Umat diajak menggelorakan Gerakan Seribu per Hari (Gerbu). Model pemberdayaan ekonomi dan jaring sosial ini berbasis umat berimbas menyejahterakan warga.

"Kuncinya tentu kontinuitas dan membangun kepercayaan publik," tuturnya.

Ada pula inovasi OJIR (Ojo Percoyo Karo Rentenir) di BPR Tugu Artha Sejahtera. Program itu peraih inovasi keuangan terbaik Pemda Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2020.

"Skema OJIR ini pinjaman produktif tanpa jaminan dan tanpa bunga yang sangat bisa menjadi alternatif bagi warga ketimbang terjerat bank titil ataupun pinjaman online berbunga tinggi dan memberatkan," ucapnya.

Ustaz Sutiaji mengapresiasi Pasar Bahagia sebagai model ekonomi kerakyatan. Di Masjid Al Ikhlas Raya Langsep, Kelurahan Bareng, sebagian infak dibelanjakan melalui kerja sama dengan pedagang pasar terdekat. Lalu, lauk-pauk dan sayuran dibagikan gratis kepada jemaah salat subuh. Menurut Ketua Yayasan Masjid Al Ikhlas Abdullah Said, program Pasar Bahagia dari jemaah untuk jemaah. Nilai manfaatnya dirasakan untuk kebahagiaan bersama.

Bangun teladan

Masyarakat menuai berkah dari gerakan subuh berjamaah. Mereka pun merasakan manfaat. Pasalnya berbagai persoalan yang disampaikan warga cepat ditangani dan terselesaikan.

Namun, Ustaz Sutiaji mengimbau masyarakat agar terus membangun teladan. Salah satunya, dengan mendalami filosofi salam penutup salat yang bermakna berkomunikasi dengan sang Khalik. Salam juga bermakna mengharuskan umat agar selalu menebar kebaikan serta kedamaian.

"Kalau seperti itu, harusnya tidak ada rasan-rasan (bergunjing), gibah, ujaran kebencian dan yang semacamnya. Sayangnya itu belum membumi dengan benar. Maka, ayo kita kuatkan makna salam dengan baik dan benar."

Selain itu, masyarakat diingatkan agar terus membangun nilai kesetaraan dan silaturahmi. Spirit tersebut menjadi kekuatan sejalan dengan berprasangka baik.

"Jangan mudah menyalahkan orang lain apalagi mengafirkan, karena bisa jadi apa yang kamu benci itu, ternyata ada hikmah kebaikan yang Allah SWT rahasiakan di dalamnya."

Ustaz Sutiaji pun menekankan pentingnya membangun konsep alhamdulillah dan memahami maknanya secara hakiki, yakni bersyukur, amal perbuatan selaras dengan ucapan dan hati. Dalam konteks ini, beraktivitas sehari-hari bukan cari pujian, melainkan hanya berharap rida Allah untuk kemaslahatan.

Editor : Redaksi

LAINNYA