x
x

Efek Subuh Berjamaah Berkah bagi Warga

Ustaz Sutiaji memulai rutinitas menyapa masyarakat saat fajar untuk memberdayakan warga. Wali Kota Malang itu ingin menguatkan kehidupan beribadah yang baik melalui gerakan subuh berjamaah.

"Gerakan ini bernilai ibadah dan amanah," tegas Wali Kota Malang Sutiaji, Sabtu (4/3).

Salat subuh itu bersama perangkat daerah, camat, lurah dan masyarakat. Selanjutnya, ia berdialog dengan warga untuk membangun kesetaraan dan memperkuat silaturahmi. Termasuk memberikan solusi atas berbagai persoalan.

Ustaz Sutiaji menyatakan masjid untuk ibadah dan pusat pemberdayaan ekonomi umat. Dengan kualitas ibadah yang membaik akan berimbas pada umat yang mandiri, tangguh dan berkelanjutan. Spirit itu sesuai tema HUT ke-109 Kota Malang.

"Saya senang dan bahagia, pengelola tempat ibadah sudah menempatkan dan menjadikan rumah ibadah juga sebagai tempat pemberdayaan umat," katanya.

Karena itu, ia menerapkan kebijakan tempat ibadah yang asetnya dikuasai Pemkot Malang akan diserahkan melalui mekanisme hibah. Tujuannya agar pengelola tempat ibadah bisa segera bertumbuh kembang. Hal itu ia ungkapkan setelah adanya permohonan.

Ketua Yayasan Masjid Al Amin Tri Agus Joko Kuncoro pun berterima kasih karena Pemkot Malang menerima pengajuan pengelolaan lahan untuk masjid Al Amin di Jalan Danau Sentani Utara RW 12 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.

Hadirkan solusi

Saat berdialog dengan jemaah masjid, Ustaz Sutiaji menerima berbagai masukan. Haris, Takmir Masjid Al-Falah Gadang, Kecamatan Sukun, menyampaikan jerat renternir cukup memberatkan meski sudah ada Program M to M alias Muzaki to Mustahik.

Program itu gerakan cinta berzakat sekaligus menyalurkan secara tepat guna kepada penerima zakat atau mustahik. Tapi, warga masih banyak yang terjerat hutang pada bank plecit.

Merespons persoalan itu, Ustaz Sutiaji memberikan solusi dengan membangun ketangguhan ekonomi. Umat diajak menggelorakan Gerakan Seribu per Hari (Gerbu). Model pemberdayaan ekonomi dan jaring sosial ini berbasis umat berimbas menyejahterakan warga.

"Kuncinya tentu kontinuitas dan membangun kepercayaan publik," tuturnya.

Ada pula inovasi OJIR (Ojo Percoyo Karo Rentenir) di BPR Tugu Artha Sejahtera. Program itu peraih inovasi keuangan terbaik Pemda Kabupaten/Kota se-Indonesia dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2020.

"Skema OJIR ini pinjaman produktif tanpa jaminan dan tanpa bunga yang sangat bisa menjadi alternatif bagi warga ketimbang terjerat bank titil ataupun pinjaman online berbunga tinggi dan memberatkan," ucapnya.

Ustaz Sutiaji mengapresiasi Pasar Bahagia sebagai model ekonomi kerakyatan. Di Masjid Al Ikhlas Raya Langsep, Kelurahan Bareng, sebagian infak dibelanjakan melalui kerja sama dengan pedagang pasar terdekat. Lalu, lauk-pauk dan sayuran dibagikan gratis kepada jemaah salat subuh. Menurut Ketua Yayasan Masjid Al Ikhlas Abdullah Said, program Pasar Bahagia dari jemaah untuk jemaah. Nilai manfaatnya dirasakan untuk kebahagiaan bersama.

Bangun teladan

Masyarakat menuai berkah dari gerakan subuh berjamaah. Mereka pun merasakan manfaat. Pasalnya berbagai persoalan yang disampaikan warga cepat ditangani dan terselesaikan.

Namun, Ustaz Sutiaji mengimbau masyarakat agar terus membangun teladan. Salah satunya, dengan mendalami filosofi salam penutup salat yang bermakna berkomunikasi dengan sang Khalik. Salam juga bermakna mengharuskan umat agar selalu menebar kebaikan serta kedamaian.

"Kalau seperti itu, harusnya tidak ada rasan-rasan (bergunjing), gibah, ujaran kebencian dan yang semacamnya. Sayangnya itu belum membumi dengan benar. Maka, ayo kita kuatkan makna salam dengan baik dan benar."

Selain itu, masyarakat diingatkan agar terus membangun nilai kesetaraan dan silaturahmi. Spirit tersebut menjadi kekuatan sejalan dengan berprasangka baik.

"Jangan mudah menyalahkan orang lain apalagi mengafirkan, karena bisa jadi apa yang kamu benci itu, ternyata ada hikmah kebaikan yang Allah SWT rahasiakan di dalamnya."

Ustaz Sutiaji pun menekankan pentingnya membangun konsep alhamdulillah dan memahami maknanya secara hakiki, yakni bersyukur, amal perbuatan selaras dengan ucapan dan hati. Dalam konteks ini, beraktivitas sehari-hari bukan cari pujian, melainkan hanya berharap rida Allah untuk kemaslahatan.

Berita Terbaru
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.