JATIMKINI.COM, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FST Umsida) kembali melahirkan lulusan yang menginspirasi. Dwi Rohmatul Zuroidah, wisudawan Program Studi Teknologi Pangan, mencatatkan prestasi luar biasa sebagai wisudawan terbaik pada wisuda ke-44 Umsida, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Mahasiswi yang akrab disapa Dwi ini berhasil menuntaskan studinya hanya dalam waktu 3 tahun 10 bulan, membuktikan bahwa usaha dan ketekunan dapat melampaui tantangan.
Dwi mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut, yang terasa seperti hasil perjuangan panjang yang terbayar lunas. "Saya tidak menyangka bisa menjadi wisudawan terbaik. Semua kerja keras selama ini akhirnya terbayar," ujarnya dalam wawancara dengan wartawan Jatimkini.com, Kamis (07/11/2024).
Menyeimbangkan Kuliah, Bekerja, dan Organisasi
Tidak hanya aktif dalam perkuliahan, Dwi juga melibatkan diri dalam organisasi sebagai sekretaris Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himatepa) dan bekerja sebagai pramuniaga di sebuah toko alat tulis dan kosmetik di Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Setiap hari, ia mengatur waktunya dengan disiplin kuliah di pagi hari, bekerja dari siang hingga malam, dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah saat toko sepi atau setelah pulang kerja.
Dwi mengakui bahwa kunci keberhasilannya dalam menyeimbangkan peran kuliah, bekerja, dan organisasi terletak pada pengaturan waktu yang baik. “Jika ada kegiatan perkuliahan atau organisasi yang bertepatan dengan jam kerja, saya akan izin ke tempat kerja terlebih dahulu,” jelasnya.
Dukungan dan Disiplin Belajar: Kunci Sukses
Dalam proses belajarnya, Dwi mengutamakan disiplin. Ia selalu menyelesaikan tugas tepat waktu dan tidak ragu untuk bertanya kepada dosen atau teman saat menemui kesulitan. “Kedisiplinan dan sikap terbuka untuk belajar sangat membantu saya mencapai hasil ini,” kata Dwi.
Dukungan orang tua dan para dosen di Prodi Teknologi Pangan juga menjadi penyemangat bagi Dwi dalam berkuliah. Menurutnya, para dosen tidak hanya mengajarkan ilmu akademik, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menarik dan penuh dukungan.
Perjalanan Kuliah dengan Jarak Tempuh 30 Km
Perjalanan kuliah Dwi penuh tantangan, terutama karena jarak rumah yang jauh dari kampus. Setiap hari, ia harus menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer dengan sepeda motor untuk kuliah, lalu melanjutkan ke tempat kerja hingga malam hari. Meski melelahkan, Dwi menjalani aktivitas ini dengan tekun dan semangat tinggi.
Sebagai wisudawan terbaik, Dwi mengajak mahasiswa lainnya untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada selama di kampus.
“Tambahkan semangat belajar dan ambil peluang sebanyak-banyaknya, baik di organisasi maupun riset bersama dosen,” pesannya.
Dwi percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studinya dengan baik, dan prestasi akademik adalah salah satu bentuk pengabdian kepada orang tua. “Selain membantu meringankan beban orang tua, prestasi akademik juga menjadi bekal untuk terus berkembang lebih tinggi lagi,” tambahnya.
Inspirasi Bagi Mahasiswa Lainnya
Perjalanan Dwi Rohmatul Zuroidah di Umsida menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan kerja keras dapat menghasilkan pencapaian luar biasa. Mampu menyeimbangkan kuliah, pekerjaan, dan organisasi dengan baik, ia memberikan inspirasi kepada mahasiswa lain untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan mencapai impian mereka.
Editor : Ali Topan