Hari masih pagi, Sutiaji memacu sepeda anginnya dengan diikuti kepala dinas, lurah dan camat. Mereka blusukan ke warga. Sasaran kali ini di Kelurahan Lesanpuro dan Kedungkandang.
Sebelumnya, ia sidak di Kelurahan Tasikmadu dan Tunggulwulung. Hal itu guna memastikan pelayanan masyarakat berjalan dengan baik. Termasuk berdialog dengan perangkat kelurahan soal peningkatan fasilitas umum dan sarana prasarana.
Pegowes langsung menuju rumah warga prasejahtera di Jalan Danau Kerinci. Lalu, geser ke warga penyandang disabilitas dan balita stunting. Lansia yang sakit strok, Bainah dan Luthfi pun mereka kunjungi. Mereka blusukan menyambangi 7 titik.
Sutiaji berdialog dengan warga sembari menyalurkan bantuan. Ia ingin meningkatkan pelayanan sebagai komitmen memastikan warga terlayani dengan baik.
Di tempat itu, Sutiaji meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial segera memberikan penanganan pada warga sesuai dengan kasusnya. Posyandu dan Puskesmas pun harus berfungai dengan baik mulai edukasi, pendampingan dan menangani stunting. Kadinkes Kota Malang Husnul Muarif langsung menyatakan siap.
"Saya mengajak kepala organisasi perangkat daerah untuk turun bersama, menggali permasalahan yang ada di masyarakat. Setelah itu penanganan dan langsung eksekusi," tegas Sutiaji.

Jumat (6/1/2023), para pejabat gowes menempuh jarak sekitar 11,8 km. Sang wali kota memaknai gowes bukan sekadar hobi olahraga, melainkan bagian dari evaluasi program kerja. Sebab, pelayanan publik menjadi yang utama.
"Ini sebagai bukti dan komitmen kami bahwa negara harus hadir dan memberikan solusi bagi masyarakat," katanya.
Karena itu, gowes ala sang wali kota merambah pelosok kampung ingin melihat detail pelayanan. Termasuk mendengar keinginan masyarakat.
"Kita fokus menggali dan memecahkan masalah. Contoh hari ini kita sudah banyak menemukan permasalahan, ada stunting, ada infrastruktur, ada sarana prasarana. Insya Allah itu menjadi semangat memperbaiki kinerja kita," tuturnya.
Editor : Redaksi