x
x

Kebijakan Tepat UMKM Tumbuhkan Ekonomi

Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan kebijakan tepat diperlukan agar UMKM eksis dan berproduksi. Hal itu agar UMKM terus bergeliat, tahan guncangan ekonomi dan resesi yang mengancam di 2023.

"Dengan kebijakan yang tepat, UMKM akan menjadi senjata yang ampuh di dalam memperluas kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan," tegas Peneliti PPKE Joko Budi Santoso, Minggu (1/1/2023).

Ia menjelaskan peran strategis UMKM yang tahan akan guncangan ekonomimembentuk fondasi kokoh perekonomian Indonesia. Sebanyak 65 juta UMKM atau 99ri jumlah usaha di Indonesia berkontribusi menyumbang 60% produk domestik bruto dan menyerap 96% angkatan kerja.

"Fakta ini menjadikan UMKM sebagai amunisi yang kuat untuk mempercepatpemulihan ekonomi," katanya.

Karena itu pemerintah harus memperkuat permodalan UMKM melalui kredit usaha rakyat agar mereka dapat terus berproduksi. Selain itu, pembiayaan madani perlu terus didorong seperti bank wakaf, baznas, dan lembaga pembiayaan lainnya.

Di Kota Malang, lanjutnya, ada program Ojir alias ojo percoyo sama renternir. BPR Tugu Arta menyalurkan kredit tanpa agunan. Adapun Baznas memberikan subsidi bunga. Kolaborasi seperti itu bisa menjadi model nasional dan daerah lainnya.

Pemerintah juga harus memberikan dukungan berupa insentif fiskal dengan menanggung pajak penghasilan final UMKM. Termasuk penempatan dana atau penempatan uang negara dan pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB KUMKM.

Selanjutnya, perluasan pasar di marketplace. Standarisasi UMKM penting berupa sertifikasi halal dan dukungan perizinan usaha. Pengembangan klaster UMKM juga diperlukan guna meningkatkan daya tawar sekaligus memudahkan memperoleh bahan baku, pemasaran, pengawasan dan pembinaan.

Selain itu, co-working space yang ada diperkuat agar menjadi pusat incubator bisnis. Termasuk penguatan linkage antara sektor pertanian dengan UMKM mengingat kebanyakan mereka bisnis makanan sehingga pasokan bahan baku dari sektor pertanian menjadi sangat sentral.

"Kearifan lokal juga menjadi bagian penting dalam membuat kebijakan. Potensi lokal terus dikembangkan seperti ekonomi pesantren guna memuluskan kebijakan pemberdayaan ekonomi," tuturnya.

Berita Terbaru
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.