x
x

Essai. Arus Deras Perusak Moralitas

Sekarang kita merasakan adanya arus deras perusakan di berbagai lini kehidupan. Nilai-nilai religi, moralitas, ideologi,  sungguh serasa pada titik nadir.

Aparat BPK yang menyimpan uang hasil korupsi sampai sebegitu gilanya. Agamawan berburu kekayaan. Partai politik kian menjijikkan. Modus korupsi di lingkaran birokrasi bagai belut dalam genangan olie, saking licinnya sehingga sulit dideteksi. Ketua KPU menggauli  diaspora di Belanda. Cemacem potret kerusakan terpampang begitu telanjang. Kalau diungkap satu per satu, sebanyak huruf yang ada sebanyak itulah kebobrokan terbaca.

Bukan hanya sekarang. Dari dulu, dulunya dulu ... kerusakan seperti itu selalu mewarnai kehidupan masyarakat  hingga muncul istilah zaman edan, siapa yang nggak ikut-ikutan nggak bakal kebagian. Ada juga yang menganggap sebagai zaman akhir sebagai tanda-tanda kiamat telah di ambang pintu.

Namanya arus, apalagi arus deras, sekokoh apapun pohon yang berakar tunjang begitu mudah tumbang apalagi  yang lebih kecil. Analogi tersebut jika dikaitkan dengan fenomena rusaknya tata nilai dan moralitas, bagi yang mampu membaca  kehidupan betapa mengerikan.

Ini yang namanya zaman "Kala Bendu". Isinya, "wolak walike zaman". Yang jahat  dipuji-puji, yang dijajahati malah dimaki-maki.

Betapa banyak diksi menyerang orang yang terzalimi. Betapa banyak tindakan yang tidak adil. Yang jujur ditertawakan,  yang jahat dianggap keren. Orang mulia disingkirkan, yang bejat mendapat derajat.

Aturan dijungkir balikkan. Nilai diputar balikkan. Yang perempuan kehilangan rasa malu, laki-laki kehilangan kehormatan.

Ini zaman Kala Bendu, bapak lupa pada anaknya,  anak melawan orang tuanya. Saudara tawuran sesama saudara, keluarga saling menyakiti. Murid melawan gurunya. Yang besar sombong, yang kecil tidak tau diri. Di zaman Kala Bendu semua itu dianggap normal.

Hanya pribadi yang teguh menjaga hati dan pikiran dengan merapatkan perasaannya patuh pada Tuhan selaku pembimbing juga pengayom, besar kemungkinannya akan selamat dari derasnya arus perusakan moralitas. Di sini spiritualis diuji kedigdayaannya ketika religiusitas yang mengagungkan  ritualisme stag.

Ditulis oleh : Rokimdakas

Kanal Podium adalah halaman khusus layanan bagi masyarakat untuk menulis berita lepas.

Redaksi Jatimkini.com tidak bertanggungjawab atas tulisan tersebut

 

Berita Terbaru
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan