x
x

Gelar Pasar Murah, Penjabat Wali Kota Malang Optimistis Tekan Inflasi

JATIMKINI.COM, Penjabat Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat menggelontor paket bahan pangan pokok dengan harga murah di Kecamatan Kedungkandang untuk mengendalikan inflasi. Pasar murah ini sebagai upaya tindak lanjut pemantauan harga pangan di sejumlah pasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dalam pasar murah itu menjual sebanyak 2.175 paket. Setiap paket seharga Rp50.000 berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter dan 1 kg gula. Para penerima manfaat adalah rumah tangga miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Kedungkandang.

"Operasi pasar murah nanti di semua kecamatan," tegas Wahyu Hidayat usai membuka pasar murah di Kantor Kecamatan Kedungkandang, Senin (20/11).

Wahyu menjelaskan pasar murah digelar untuk mengendalikan inflasi. Pasalnya, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan Kota Malang pada Agustus sebesar 0,07% lalu naik menjadi 0,18% pada September, dan Oktober melonjak lagi di angka 0,26%.

"Lalu tim TPID menyegerakan operasi pasar murah," katanya.

Saat meninjau di pasar beberapa waktu lalu, lanjutnya, ada beberapa harga bahan pokok agak tidak terkendali. Salah satunya ialah gula.

"Ini agak terlambat karena memang kita sedang mencari untuk bisa intervensi terkait harga gula," ujarnya.

Kendati harga gula terjadi kenaikan, akan tetapi harga bahan pokok lainnya terutama beras relatif stabil. Apalagi bulog sudah menggelontor beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar (SPHP). Sedangkan kenaikan harga lainnya dinilai tidak terlalu signifikan.

"Harga pokok kita intervensi, nanti kita evaluasi. Operasi pasar terkait harga gula. Ini salah satu cara intervensi terhadap salah satu bahan pokok yang naik. Beberapa solusi yang lain, kita akan coba memberikan terapi sendiri menekan inflasi," tuturnya.

Adapun penyebab terjadinya kenaikan harga bukan lantaran stok, melainkan persoalan distribusi bahan pokok yang sedikit terlambat. Terkait kenaikan harga gula, Pemkot Malang sudah berkoordinasi dengan Pabrik Gula Kebonagung, Kabupaten Malang guna menambah stok.

"Inflasi kaitannya dengan menekan kemiskinan. Bila inflasi tinggi, maka harga tidak stabil sehingga berdampak pada kemampuan beli masyarakat akan semakin sulit. Agar kemampuan daya beli terjangkau, caranya dengan menekan inflasi," pungkasnya.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur