Sambut Hari Batik, UMKM Surabaya Kirim Pesan Mengejutkan

jatimkini.com
Camat Bubutan Ferdhie Ardiansyah melihat corak dan ciri khas batik buatan warganya yang segera dipasarkan hingga tingkat nasional. (foto: Rochman Arief/jatimkini.com)

JATIMKINI.COM, Diam-diam Kota Surabaya memiliki batik dengan motif unik. Ciri khasnya adalah Batik Gerbang Surabaya yang dikembangkan empat UMKM asal Kecamatan Bubutan. Karya-karya UMKM ini dipamerkan dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober.

Camat Bubutan Surabaya, Ferdhie Ardiansyah mengatakan filosofi yang diperkenalkan batik tulis asal wilayah kerjanya berunsur kereta api dan stasiun, sungai, rawa-rawa, serta titik nol pemerintahan.

Baca juga: Jual-Beli Tanah Lebih Murah di Surabaya, Kesempatan Hanya Sampai Agustus

“Semua unsur itu dituangkan ke dalam batik dengan warna dominan cerah. Kebetulan Bubutan pernah jadi pusat pemerintahan, yang ditandai dengan adanya titik nol,” kata Ferdhie Ardiansyah di sela Batik Festival Bubutan dan Pameran UMKM di BG Junction, Surabaya, Minggu (1/10/2023).

Ferdhie memastikan empat UMKM di tempatnya menjadikan Bubutan sebagai basis perajin batik terbanyak di Surabaya. Tidak hanya itu, ia berambisi menjadikan Bubutan sebagai sentra batik nasional asal Surabaya.

“Mudah-mudahan saya bisa mengantar Batik Gerbang Surabaya dikenal di Indonesia. Tidak hanya di Surabaya. Dengan begitu, penyerapan tenaga kerja bisa maksimal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” jelas Ferdhie.

Saat ini Pemerintah Kota Surabaya telah memberi kemudahan untuk memajukan seluruh UMKM. Bentuk kemudahan itu adalah perizinan bebasisi digital untuk memangkas jarak dan waktu.

Baca juga: Bank Jatim Beri 455 Unit Tenda Portabel untuk UMKM di Situbondo

Selain batik, UMKM yang berkembang di Kecamatan Bubutan didominasi makanan dan minuman. Ketua UMKM Bubutan Bersinar, Achmad Yusuf menyebut saat ini terdapat 150 pelaku UMKM dengan 15 di antaranya produsen craft.

“Kendala yang kami hadapi saat ini adalah marketing. Pada saat produksi tinggi, serapan produksi masih rendah, lantaran belum didukung strategi digital marketing. Itu tidak hanya batik,” ungkap Yusuf.

Ketua penyelenggara Batik Festival Bubutan 2023, Robby Santoso menyatakan kegiatan ini untuk memperkenalkan batik lebih luas. Itu sebabnya, ia bekerja sama dengan UMKM Bubutan guna mengenalkan motif batik anyar yang menjadi ciri khas.

Baca juga: Life's Good Truck: Cara LG Menggoda Pasar Surabaya Lewat Truk dan Teknologi Pintar

Cheryl Clarenza salah satu model cilik asal Surabaya menjadi Duta Putri Anak Batik Jatim 2023 ( Foto : Dok. Jatimkini.com )

“Batik Festival Bubutan Surabaya 2023 ini kami harapkan bisa memperkenalkan budaya, agar bisa menembus pasar nasional,” Robby menjelaskan.

Perhelatan Batik Festival Bubutan Surabaya 2023 ini dihelat selama tiga hari, yakni 29 September hingga 1 Oktober. Kegiatan lain yang diselenggarakan meliputi pameran produk UMKM, lomba mewarnai, dan fashion show batik.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru