Memaksimalkan Produksi Migas PHR Resmi Operasikan EPF di Libo

Reporter : Redaksi
Manajemen Zona Rokan meninjau fasilitas operasi produksi di Libo Gathering Stations (GS), PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam kegiatan peresmian Early Production Facility (EPF) ( Foto : Pertamina )

JATIMKINI.COM, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan fasilitas penunjang produksi baru yakni, Early Production Facility (EPF) di Libo Gathering Station (GS).

Menurut General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko dalam keterangan resminya menjelaskan, pengoperasian EPF ini menjadi solusi konkret perusahaan dalam memaksimalkan produksi minyak serta peningkatan kapasitas penampungan dan pengolahan (facility constraint) sekaligus memperkuat keandalan operasional dalam mengalirkan hasil produksi migas dari lapangan Libo secara lebih optimal.

Baca juga: Kinerja Pendapatan PGN di 2023 Tembus US$3,65 miliar

"Keberhasilan pengoperasian fasilitas EPF di Libo GS ini adalah bukti nyata sinergi dan kontribusi kita bersama. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan keandalan operasional di Libo, tetapi juga menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk mendukung ketahanan energi nasional,” terang Andre Wijanarko

Lebih lanjut Andre Wijanarko mengatakan, selain peresmian EPF pihaknya juga telah menyelesaikan serangkaian proyek strategis lainnya di area Libo, seperti penggantian cerobong pembakaran gas serta pengerjaan Integrated Fire Alarm System (IFAS) serta Public Address & General Alarm (PAGA) Libo. Seluruh proyek tersebut berhasil diselesaikan dengan aman, selamat, serta tepat sasaran sesuai indikator kinerja utama (KPI) fungsi Project & Technical Engineering.

Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah dari kolaborasi erat lintas fungsi di lingkungan PHR, seperti fungsi PTE, Operations, Maintenance, hingga Operations Support & Facilities (OSF), serta dukungan dari para mitra kerja seperti PT PSI dan PT WKS.

Keberhasilan berbagai proyek di Libo ini menjadi pondasi kokoh untuk membuka babak baru bagi operasional Libo Operation menuju sistem kerja yang semakin andal, aman, efektif, dan produktif demi mendukung pencapaian produksi migas WK Rokan yang lebih gemilang di masa depan.

“Saya mengajak seluruh Perwira dan mitra kerja untuk tidak berhenti di sini, mari terus berkolaborasi, menjaga keselamatan kerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri," kata  Andre Wijanarko.

Pengoperasian EPF Libo GS ini melengkapi rekam jejak keberhasilan teknis dan pencapaian efisiensi tinggi PHR di Lapangan Libo.

Baca juga: Isu LPG 3 Kg Langka, Reaksi Pertamina Jatim Langsung Tambah Satu Juta LPG 3 Kg

Sekedar informasi, sebelumnya, PHR sukses menuntaskan proyek Libo Substation Upgrade dengan meningkatkan kapasitas Gardu Induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA dua bulan lebih cepat dari target Work Program & Budget (WP&B). Penguatan infrastruktur kelistrikan ini menjadi tulang punggung vital untuk menyokong keandalan pasokan listrik fasilitas produksi seperti Electrical Submersible Pump (ESP) dan Water Injection Pump (WIP), yang terbukti berhasil mendorong performa uji produksi sumur Libo SE #86 hingga mencatatkan angka spektakuler mencapai 1.274 BOPD tanpa kandungan air (0% Water Cut).

 

 

 

Baca juga: Harga LPG 3Kg di Jatim Meroket? Ini Kata Pertamina

 

 

 

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru