JATIMKINI.COM, PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI yang lahir pada 5 Juli 1946 telah mencatat sejarah panjang dalam menjaga nafas perekonomian Indonesia.
Dari mencetak uang pertama ORI (Oeang Republik Indonesia), membiayai pembangunan, hingga menjadi rumah bagi 10,5 juta pengguna aplikasi Wondr hari ini. BNI bukan hanya mencatat sejarah. BNI adalah bagian dari sejarah itu.
Baca juga: CIMB Niaga Ingin Genjot Peran Fee Based Income Hingga 35%
Perjalanan 80 tahun BNI adalah perjalanan Indonesia itu sendiri. Saat krisis moneter 1998 menghantam, BNI berdiri tegak menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional.
Saat pandemi Covid-19 melumpuhkan UMKM, BNI juga hadir melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan restrukturisasi kredit agar roda ekonomi kecil tidak berhenti.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, peringatan HUT ke-80 tahun ini menjadi momentum bagi perseroan untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian kepada negeri sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Usia 80 tahun bukan sekadar pencapaian, melainkan amanah untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin menghadirkan interpretasi yang lebih humanis mengenai bagaimana nilai pengabdian BNI hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," ujar Putrama dalam keterangan tertulis.
Di usia senjanya ini, tantangan industri perbankan tidak semakin ringan. Ekonomi global 2026 diperhadapkan dengan ketidakpastian, likuiditas ketat, dan biaya dana tinggi. Namun, BNI memilih tetap maju dengan segala strateginya.
Dulu, BNI memang dikenal sebagai bank pemerintah yang besar dan formal. Namun ia telah belajar menjadi ‘kecil’ agar bisa menjadi dekat dengan masyarakat.
BNI pun mencatat, kinerja aset pada kuartal I/2026 mencapai Rp1.328,1 triliun tumbuh 24,98% YoY. Dana Pihak Ketiga (DPK) menembus Rp1.023,1 triliun tumbuh 26,6% YoY, dengan CASA (dana murah) di level Rp715 triliun tumbuh 26,6% YoY. Artinya masyarakat masih percaya untuk menyimpan dananya di BNI.
BNI juga mencatatkan kinerja yang sehat. Laba bersih kuartal I/2026 mencapai Rp5,66 triliun, naik 5,2% YoY. Pendapatan bunga bersih naik 12,1% YoY ke Rp11,02 triliun.
Pencapaian ini tidak diperoleh dengan singkat, melainkan hasil dari upaya setiap lini bisnis terutama kinerja cabang yang didukung oleh platform digital channel BNIdirect dan wondr by BNI.
Baca juga: Dikira Intel , Satpam Bank BNI di Keroyok Oknum Unjuk Rasa Gedung Grahadi
Transformasi Digital
Dari ORI 1946 ke Wondr 2026. Dari kertas ke digital. Dari gedung besar ke genggaman tangan.
Per 2025, aplikasi wondr by BNI kini memiliki 10,5 juta pengguna dengan 866 juta transaksi senilai Rp783 triliun. Sementara BNIdirect untuk segmen wholesale mencatatkan transaksi Rp8.080 triliun, naik 26,7% YoY dengan volume lebih dari satu miliar transaksi.
“Kami optimistis penguatan tata kelola dan transformasi berkelanjutan ini akan semakin memperkokoh posisi BNI sebagai bank yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Putrama.
Proyeksi 2026
BNI sadar, untuk melayani 280 juta orang di Indonesia, ia harus turun ke level paling bawah: melalui kredit usaha ke petani, ke pelaku UMKM, maupun layanan ke pekerja melalui payroll loan.
Baca juga: Bank Jatim & Bank Banten Perkuat Sinergi Melalui Penyediaan Layanan Digital Non API
BNI sendiri menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit pada kisaran 8% hingga 10% pada 2026. Sepanjang 2025, BNI telah menyalurkan kredit senilai Rp899,53 triliun atau naik 15,9% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp775,87 triliun.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan, kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan berimbang secara keseluruhan. Pertumbuhan kredit BNI sepanjang 2025, mencerminkan kinerja intermediasi yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global.
"Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," ujar Paolo dalam keterangan resmi, Februari lalu.
Di usia 80 tahun ini, BNI tidak sedang menoleh ke belakang. Ia sedang bersiap menghadapi 80 tahun berikutnya. Karena melayani negeri ini adalah representasi dari Swadharma Bhakti Nagara, yang bermakna mengabdi dan melayani negeri melalui karya serta pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Editor : Peni Widarti