JATIMKINI.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur memperkuat digitalisasi akses keuangan dalam pengembangan ekosistem susu sapi perah di Jawa Timur.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, koperasi, akademisi, lembaga jasa keuangan, hingga organisasi internasional.
Baca juga: FKDK BPD SI akan Munas dan Seminar Nasional di Semarang
Penguatan ekosistem susu sapi perah itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dalam rangkaian peluncuran sistem enterprise resource planning (ERP) hasil kerja sama OJK dan International Labour Organization (ILO), Kamis (11/6/2026).
Ini menjadi bagian dari program pengembangan ekonomi daerah (PED) Jawa Timur 2026 yang bertujuan meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan peternak susu sapi perah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Horas V. M. Tarihoran menjelaskan, pengembangan ekosistem susu sapi perah difokuskan pada peningkatan akses keuangan. Di satu sisi juga untuk penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas usaha peternak, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya, dikutip Minggu (16/6/2026).
Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat daya saing sektor peternakan susu sapi perah. Melalui sistem ERP, pengelolaan usaha koperasi dan peternak diharapkan menjadi lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.
Baca juga: Sukses Sophia Ratnasari: UMKM Minuman Masuk Pasar Hong Kong
Sistem ERP akan diterapkan di tiga koperasi susu besar di Jawa Timur, yakni KAN Jabung Kabupaten Malang, KPSP Setia Kawan Kabupaten Pasuruan, dan KPUD Tani Wilis Tulungagung.
Implementasi sistem ini diperkirakan dapat dimanfaatkan sekitar 10 ribu peternak anggota koperasi. Kehadiran ERP diharapkan mampu memperkuat rantai nilai industri susu sapi perah. Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi tata kelola usaha di tingkat koperasi maupun peternak.
OJK juga memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha peternakan. Sejumlah lembaga jasa keuangan seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Jatim, Bank UMKM Jawa Timur, BPRS Al Hijrah Thayibah, serta Jasindo turut memberikan dukungan pembiayaan dan layanan keuangan kepada pelaku usaha sektor susu sapi perah.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan transformasi digital dalam ekosistem susu sapi perah.
Baca juga: Pasar Modal Jawa Timur Bergeliat, Transaksi Saham Tembus Rp72 Triliun
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga memperkuat daya saing sektor peternakan di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
“Dengan semangat kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak, kami optimistis ekosistem susu sapi perah Jawa Timur dapat menjadi model digitalisasi rantai nilai UMKM yang menginspirasi daerah lain di Indonesia,” katanya.
Pengembangan ekosistem susu sapi perah menjadi salah satu fokus OJK Jawa Timur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor : Rochman Arief