Sambut Hari Kartini, DPRD Jatim Tegaskan Komitmen Besar untuk Perempuan

Reporter : Baehaqi Almuthoif
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni menyerahkan tali asih kepada Kartini masa kini di gedung DPRD Jatim, Selasa, 21April 2026. (Foto: Baehaqi Almutoif/jatimkini.com)

JATIMKINI.COM, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, memaknai peringatan Hari Kartini sebagai wujud penghormatan atas kerja keras dan perjuangan perempuan.

Menurutnya, Raden Ajeng Kartini bukan sekadar simbol atau cerita sejarah, melainkan representasi pengabdian panjang terhadap kehidupan.

Baca juga: Sah. Musyafak Rouf Resmi Jadi Ketua DPC PKB Surabaya 2026-2031

“Semangat RA Kartini tidak berhenti sebagai sejarah, tetapi terus hidup dalam kiprah perempuan masa kini di berbagai bidang kehidupan,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Sebagai wakil rakyat, Sri Wahyuni berjanji akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan dan perlindungan perempuan.

“DPRD Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan, perlindungan hak-hak perempuan, serta peningkatan kualitas hidup perempuan di Jawa Timur,” ungkapnya.

DPRD Jatim memiliki cara tersendiri dalam memperingati Hari Kartini 2026. Sebanyak 26 perempuan dari berbagai latar belakang profesi dikumpulkan untuk menerima tali asih.

Baca juga: Urbanisasi Pasca-Idulfitri di Surabaya Ancam Persoalan Sosial, Fuad Benardi: Jangan Coba-coba!

Sri Wahyuni mengaku haru melihat semangat para perempuan yang hadir dalam acara tersebut. “Kalau melihat semangat Kartini masa kini hari ini, saya jadi campur haru dan bangga,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro, menyampaikan bahwa banyak agenda digelar untuk memperingati Hari Kartini.

Selain pemberian tali asih kepada puluhan perempuan dari berbagai profesi, juga digelar lomba battle pantun dan peragaan busana oleh Dharma Wanita Persatuan.

Baca juga: PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi Bareng Rakyat di HUT ke-53

Ali Kuncoro menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga upaya menghidupkan kembali gagasan Kartini tentang kemandirian dan kesetaraan perempuan.

“Kita ingin mengenang bahwa Kartini selalu bermimpi bagaimana perempuan Indonesia bisa berdikari, memperoleh kesetaraan, dan memiliki kemampuan yang berdaulat,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru