JATIMKINI.COM, Pertamina Patra Niaga dalam praktiknya selalu memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, salah satunya LPG. Dalam proses distribusi, Pertamina masif melakukan pemantauan di lapangan sebagai upaya memastikan stok mencukupi dan LPG digunakan sesuai peruntukannya.
Rabu (11/3), beredar informasi masyarakat di Karesidenan Madiun diantaranya Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ngawi kesulitan mendapatkan LPG 3kg. Stok di pangkalan sangat minim dan harga di pengecer sudah mencapai Rp22.000 hingga Rp25.000 per tabung.
Baca juga: Konsumsi BBM Diprediksi Naik 11,9%, Pasokan Dipastikan Terjaga selama Ramadan & Idulfitri
Menyikapi hal ini, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah melakukan pengecekan lapangan bersama pemerintah daerah terkait, APH, dan Hiswana Migas. Pengecekan dilakukan mulai dari stok hingga isu distribusi.
Sebagaimana disampaikan Pertamina melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menegaskan stok di Karesidenan Madiun dalam hal ini Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ngawi dipastikan aman.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Melalui Bright Gas Dukung UMKM di Bazaar Ramadan Al-Akbar Surabaya
"Setelah dilakukan pengecekan, penyaluran berjalan lancar dan normal di semua pangkalan resmi Pertamina. Terjadi lonjakan permintaan menjelang Idulfitri, namun di pangkalan stok masih tersedia dengan rata-rata distribusi 26.000 tabung per hari kepada 842 pangkalan di Kabupaten Ngawi dan 15.000 tabung per hari kepada 741 pangkalan di Kabupaten Pacitan. Temuan di lapangan, kenaikan harga berada di level pengecer," terang Ahad.
Selanjutnya Ahad menjelaskan, sebagai mitigasi lonjakan konsumsi, Pertamina dalam proses mengusulkan tambahan penyaluran, masing-masing 66.000 tabung untuk Kabupaten Ngawi dan 38.000 tabung untuk Kabupaten Pacitan.
Baca juga: Pasokan LPG 3 Kg di Jatim Ditambah 1 Juta Tabung Sambut Imlek & Ramadan 2026
"Koordinasi lintas sektor terus kami laksanakan, selanjutnya di sisi masyarakat tak henti-hentinya kami imbau untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi Pertamina agar bisa mendapatkan LPG sesuai HET dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai," tutup Ahad.
Editor : Peni Widarti