Perhumas Muda Surabaya Belajar Tangani Krisis Komunikasi Melalui Company Visit Midtwon Hotels Indonesia 

Reporter : Hamida Soetadji
Kus Andi, Corporate PR Midtown Hotels Indonesia memaparkan penanganan krisis komunikasi di industri perhotelan. Foto : Hamida Soetadji

JATIMKINI.COM, PERHUMAS Muda Surabaya Raya dalam program Company Visit ke Midtown Residence Surabaya, Jalan Ngagel Surabaya. Program ini menjadi wadah bagi teman-teman PERHUMAS Muda Surabaya Raya yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai universitas. 

Midtown Hotels Indonesia menyambut 19 mahasiswa tidak sekedar berkunjung melainkan belajar mengenai penyusunan narasi kehumasan dan penanganan krisis komunikasi di industri perhotelan. Kus Andi Corporate Public Relations Midtown Hotels Indonesia menyambut antusias kunjungan para mahasiswa ini yang tergabung dalam Perhumas Muda Surabaya Raya. 

Baca juga: Buka 111 Kamar, Excotel Design Hotel Targetkan Okupansi 75%

Kunjungan Pun dilanjutkan dengan sesi diskusi, Kus Andi memaparkan penyusunan narasi haruslah dibangun sebaik mungkin untuk membentuk branding dan reputasi jangka panjang bagi sebuah brand.

“Seorang Public Relations perlu untuk melihat identitas brand dalam menyusun adanya narasi,” tuturnya. 

Kus Andi mengatakan bahwa narasi yang disampaikan perlu juga disesuaikan dengan jenis medianya. Narasi dalam media massa cenderung bersifat kredibel yang memuat informasi resmi seperti ESG/CSR, Official News. 

“Sedangkan dalam media sosial yang cenderung bersifat cepat, perlu diperhatikan adanya storytelling, interaktivitas seperti pengalaman tamu, dan aktivitas karyawan,”tuturnya dalam pemaparannya di depan 19 mahasiswa PERHUMAS Muda Surabaya Raya, Minggu (22/2/2026). 

Sementara jaringan Midtown Hotels Indonesia terdiri dari Midtown Xpress, Midtown Hotel Surabaya, Midtown Residence, Crown Prince, Verwood Hotel, dan Serviced Residence Surabaya. Jaringan tersebut mempunyai narasi yang sesuai dengan identintas. 

“Setiap lini hotel dalam jaringan ini, memiliki identitas brand yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, pemilihan narasi harus disesuaikan dengan identitas masing-masing,” ujarnya. 

Baca juga: Gandeng Brand Karita, BeSS Mansion Hotel Surabaya Hadirkan Menu Arabic Mix Grilled

Pendekatan strategis ini memastikan bahwa narasi yang disampaikan tidak hanya relevan, tetapi juga mencerminkan nilai pengalaman guest-centric yang diusung oleh perusahaan, seperti kemudahan layanan digital, keakraban pengalaman lokal, dan kepuasan tamu yang konsisten di setiap properti hotelnya.

Kus Andi menambahkan bahwa krisis komunikasi datang secara tak terduga, oleh sebab itu perlu adanya persiapan yang matang sejak tahapan pra-krisis. sebelum krisis terjadi, hotel telah menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP). 

“Pelatihan berkala dan simulasi krisis. Di saat krisis, diperlukan analisa krisis, respon cepat, dan adanya 1 juru bicara untuk menyampaikan pesan ke publik. Tak hanya itu, adanya hubungan dengan media menjadi penting dalam pengelolaan reputasi, terutama saat krisis,” ujar inisiator kopi tutur rasa ini. 

Adanya Company Visit ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana praktik nyata dalam dunia kehumasan, dan menjadikan pengalaman yang ada sebagai pembelajaran berharga ketika mereka berkarir dalam bidang Public Relations nantinya.

Baca juga: Resmi Dibuka, Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya Bidik Segmen Bintang Empat

 

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru